JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ketersediaan hewan qurban dalam momentum Idhul Adha 1447 H yang sebentar lagi, tidak bisa tidak harus dipikirkan pula terkait kesehatannya sebelum disembelih. Dengan begitu daging qurban yang nantinya akan didistribusikan dan dikonsumsi masyarakat secara aman.
Seperti diketahui bahwa Kementerian Pertanian mencatat jumlah pemotongan hewan qurban di Indonesia pada 2025 lalu saja, mencapai 2,26 juta ekor atau meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Atas dasar itu, Pemerintah pun tak ingin abai, yakni dengan terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan, karena kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih muncul di sejumlah wilayah.
Bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Human Initiative (HI) justru memperkuat kolaborasi dalam program ‘Sebar Qurban 2026’. Bahkan melalui kerjasama tersebut, kedua pihak pun ingin memastikan dan sekaligus membantu masyarakat menjalankan qurban dengan hewan yang sehat, aman dan sesuai syariat.

Disebutkan bahwa bentuk kolaborasi yang dilakukan, mencakup pendampingan peternak, pengecekan kesehatan hewan qurban serta penguatan pemahaman masyarakat tentang penanganan daging qurban yang baik. Selain itu Human Initiative dan PDHI juga menjalankan quality control di sejumlah titik distribusi hewan qurban untuk menjaga kondisi hewan sebelum proses penyembelihan.
Dalam kegiatan tersebut antara lain turut dihadiri Ketua Umum PB PDHI Dr drh Muhammad Munawaroh MM bersama Sekretaris Jenderal PB PDHI drh Andi Wijanarko MM dan Bendahara I PB PDHI drh Ani Juwita Handayani MM.
Dari ketiganya diperoleh penjelaskan bahwa masyarakat perlu memilih hewan qurban yang sehat dan cukup umur sesuai syariat. Selain itu juga mengingatkan berapa pentingnya menerapkan prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh dan Halal.
“Pada kenyataannya penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu, masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan qurban agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan qurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan,” ujar Ketua Umum PB PDHI Dr drh Muhammad Munawaroh MM.

Sementara itu GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, menyampaikan bahwa Human Initiative telah mengelola program qurban selama lebih dari 20 tahun dengan total lebih dari satu juta jiwa pemegang hak program. Program ini bertujuan memfasilitasi ibadah qurban, menggerakkan peternak lokal dan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat.
“Untuk di tahun 2026 ini, Insya Allah,Human Initiative akan menyalurkan qurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. Dukungan dari PDHI ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dan lebih luas melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan dan kualitas daging sampai ke masyarakat,” tegas Ferry Suranto.
Harapannya selain memastikan kesehatan hewan, Human Initiative dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia juga mendorong proses pemotongan yang bersih dan aman. Panitia qurban perlu memisahkan daging dan jeroan, menjaga area pemotongan tetap higienis, serta memastikan distribusi berjalan dengan baik agar masyarakat menerima daging dalam kondisi layak konsumsi.
Dari kebersamaan yang terjalin juga diharapkan membuat langkah kebaikan terasa lebih berarti. Saat berbagai pihak bergerak bersama, manfaat qurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberi dampak yang lebih luas. Mari lanjutkan kolaborasi kebaikan bersama Human Initiative melalui solusipeduli.org. © RED/AGUS SANTOSA

