BALI (POSBERITAKOTA) – Papan informasi wisata di Taman Wisata Kertha Gosa, Klungkung, Bali, dikeluhkan wisatawan asing. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, turis asal Belanda menemukan tulisan pada papan tersebut pudar dan sulit dibaca. Kondisi ini menghambat wisatawan memperoleh informasi penting mengenai situs bersejarah.
Nicole (56), seorang wisatawan dari Belanda, menyampaikan keluhannya. Ia merasa terganggu karena tulisan pada sejumlah papan keterangan sudah luntur. Akibatnya, informasi yang seharusnya membantu pengunjung tidak dapat diakses dengan baik. Kondisi ini mengurangi kenyamanan Nicole saat menjelajahi area tersebut.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Klungkung, Ida Bagus Gede Agung Prayudha, mengakui masalah ini. Ia membenarkan adanya kerusakan pada media informasi turis di Kertha Gosa. Pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi papan yang tidak terbaca tersebut.
Menurut Ida Bagus Gede Agung Prayudha, tulisan pada papan keterangan menjadi pudar. Hal ini disebabkan oleh paparan cuaca ekstrem yang terus-menerus. Kondisi tersebut menyebabkan wisatawan tidak mendapatkan penjelasan memadai tentang situs sejarah.
Dinas Pariwisata Klungkung menjelaskan bahwa perbaikan papan informasi wisata terkendala anggaran. Saat ini, dinas sedang mempertimbangkan opsi pengelolaan oleh pihak ketiga. Opsi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk pemeliharaan fasilitas.
Ida Bagus Gede Agung Prayudha menambahkan, pihaknya terus mencari jalan keluar. Tujuannya agar fasilitas penunjang pariwisata tetap optimal. Pengelolaan oleh pihak ketiga diharapkan dapat memastikan pemeliharaan rutin.
Kerusakan pada rambu wisata ini berdampak pada pengalaman pengunjung. Wisatawan asing kesulitan memahami sejarah dan nilai budaya Kertha Gosa. Padahal, informasi adalah kunci dalam pengalaman wisata edukatif.
Pihak dinas berkomitmen untuk segera mengatasi persoalan ini. Mereka ingin memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman terbaik. Ketersediaan informasi yang jelas menjadi prioritas utama. Perbaikan papan informasi wisata diharapkan dapat segera terealisasi. ® RED/BALI 01