JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa diminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama apabila tidak mampu menyelesaikan masalah di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Prabowo meminta harus jangan ragu-ragu menindak pejabat korup dan membersihkan dari penyalahgunaan wewenang.
“Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali Bea Cukai, kita harus diperbaiki. Menteri keuangan, kalau Pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti,” pinta Prabowo Subianto secara tegas saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, dalam rapat paripurna ke-19 DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Terkait pernyataan Presiden Prabowo yang ditujukan kepada Menteri Keuangan Purbaya untuk segera mencopot Dirjen Bea Cukai, sangat erat dengan masukan dari LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) yang disuarakan Relawan Prabowo Subianto sekaligus Presiden LSM LIRA, KRH H Jusuf Rizal SH. Selama ini LSM LIRA kerap memberi masukan kepada Presiden Prabowo tentang berbagai hal, termasuk masalah Bea dan Cukai.
Sebagaimana viral di media sosial, LSM LIRA mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa agar segera mencopot Dirjen Bea Cukai, setelah dalam persidangan kasus korupsi oknum Bea Cukai senilai Rp 61,3 milyar, dimana nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama terseret dalam pusaran pemberian fasilitas jalur hijau yang merugikan negara ke Bleuray Cargo.
Selanjutnya, Presiden Prabowo meminta Purbaya segera menyelesaikan masalah di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Presiden menekankan, semua menteri, kepala badan, direktorat jenderal dan pejabat negara lainnya harus membersihkan birokrasinya masing-masing. Sebab, kata dia, pengusaha mengeluh selalu mengalami pungutan liar (pungli) yang terlalu banyak.

“Jangan ragu-ragu, yang melanggar, tindak. Sekali lagi, semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita,” ucapnya, menambahkan.
Bahkan, mantan Menteri Pertahanan itu pun menegaskan bahwa jajaran pemerintah tidak boleh bekerja dengan santai. Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha.
Sementara itu Presiden LSM LIRA, KRH HM Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak saat dimintai komentarnya secara terpisah terkait masukan LSM LIRA yang ditanggapi positif Presiden Prabowo untuk mencopot Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama. Dari situ, dirinya menilai jika Presiden Prabowo memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi.
Padahal, sebelumnya LSM LIRA selaku lembaga penggiat anti korupsi, sempat ragu jika Presiden Prabowo langsung meminta Menteri Keuangan mencopot Dirjen Bea Cukai. Karena, masuknya Djaka Budi Utama diambil dari institusi TNI, justru untuk memberantas korupsi dan penyelundupan.
Atas dasar itu semua, Presiden Prabowo dinilai sangat objektif. Kenapa? Karena, kinerja Dirjen Bea Cukai memang sangat tidak baik-baik saja sehingga memunculkan desakan pencopotan oleh LSM LIRA. © RED/FATHONIE AG /EDITOR : GOES

