PosBeritaKota.com
Megapolitan

Lantaran Bikin Jalan Semrawut dan Kumuh, Warga Komplek Eramas 2000 Layangkan Protes ke Yayasan Pendidikan Al-Azhar

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Lantaran bikin jalan semrawut dan kumuh akibat parkir liar maupun kehadiran pedagang kaki lima (PKL), warga penghuni Komplek Eramas 2000 di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, melayangkan protes ke Yayasan Pendidikan Al-Azhar.

Bukan hanya itu saja. Ketenangan dan kenyamanan sangat terganggu. Terlebih lagi karena terganggu dengan parkir liar dari warga pengantar maupun penjemput siswa-siswi dari keberadaan Yayasan Pendidikan Al Azhar tersebut.

Bahkan disebutkan bahwa keberadaan pedagang kaki lima (PKL) mengakibatkan akses jalan warga terganggu untuk keluar dan masuk, menjadi tidak aman dan nyaman. Karena kondisi itulah, maka puluhan warga yang mewakili ratusan penghuni komplek elite Eramas 2000, kemudian menyampaikan protes keras kepada Yayasan Pendidikan Al Azhar.

Malah berdasarkan laporan serta keluhan yang disampaikan oleh puluhan warga mewakili ratusan penghuni dan hasil pengamatan yang telah dilakukan, warga Komplek Eramas 2000 menyampaikan protes ke lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Dr Sumarno Baru Timur, Jalan Sentra Primer, RT 013/RW 08, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Sebab, kondisi itu yang ada telah menggagung kenyamanan dari warga setempat. Adapun hal-hal yang menjadi dasar protes ini meliputi pembatasan akses jalan warga, akibat parkir liar pengantar siswa dan kehadiran PKL yang semrawut.

“Apa yang ada di situ, jelas-jelas sudah membatasi akses warga untuk lalu-lalang kendaraan, baik masuk maupun keluar. Padahal, itu seharusnya menjadi hak warga sekitar, karena menjadi sangat terganggu,” ujar Koordinator Warga Rudy Darmawanto SH dalam keterangannya kepada POSBERITAKOTA, Minggu (25/5/2026).

Ditambahkan Rudy Darmawanto SH yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Poros Rawamangun satu ini, beberapa waktu lalu dan sering terjadi situasi warga sulit mendapatkan akses jalan keluar untukn menuju ke rumah sakit umum terdekat. Penyebabnya, karena terjadi penumpukan kendaraan pengantar siswa/siswi Yayasan Pendidikan Al-Azhar.

Diharapkan, karena sangat mengganggu warga, agar
titik point penurunan pengantar siswa/siswi harus segera ditutup. Begitu pun akibat parkir liar dan juga penumpukan kendaraan berjajar pengantar siswa menjadi keprihatinan tersendiri bagi warga sekitar dan pihak tokoh masyarakat sekitar yang telah berinisiatif menugaskan beberapa orang warga bekerjasama dengan Sudin Perhubungan Kota Jakarta Timur. Bahkan, Sudin Dishub bertugas setiap hari guna mengurai kemacetan di sekitar sentral point penjemputan siswa/siswi.

Menurut Rudy Darmawanto SH, seharusnya lembaga atau Yayasan Pendidikan Al-Azhar punya empati terhadap lingkungan. “Sebaiknya sebuah lembaga pendidikan harus sadar terhadap lingkungan sekitar. Tidak sekedar proses belajar mengajar saja. Tetapi, lembaga pendidikan harus mempunyai empati, peduli dan
berkontribusi terhadap lingkungan sekitar. Termasuk menciptakan ruang aman dan nyaman,” harapnya, lagi.

Dari kondisi yang ada itu, ditegaskan Rudy Darmawanto SH, jelas-jelas telah menimbulkan ketidaknyamanan, kerugian materiil serta gangguan
ketentraman, utama bagi masyarakat atau warga setempat.

Karena itu pula, diungkapkan Rury Darmawanto SH, warga meminta perhatian dan tindakan segera dari Yayasan Pendidikan Al Azhar untuk:

1. Menyusun dan menerapkan aturan pengelolaan parkir gratis bagi siswa yang transparan, adil, dan memprioritaskan hak serta kenyamanan warga setempat.

2. Menyediakan lahan parkir mandiri bagi penjemput / pengantar siswa Yayasan Al Azhar agar tidak mengganggu lalu lintas kendaraan warga setempat.

3. Menutup akses pintu samping dan membongkar jembatan penghubung. Warga berharap protes keras ini dapat disikapi dengan penuh tanggungjawab dan ditindaklanjuti secepatnya dalam waktu tujuh hari kerja terhitung sejak surat ini diterima.

Namun jika tidak ada perubahan atau tindakan perbaikan yang nyata, diingatkan Rudi Darmawanto SH, pihak warga terpaksa bakal mengambil langkah lebih lanjut. Tentu saja sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku demi melindungi hak-hak warga.

“Sedangkan surat protes keras warga kepada Yayasan Pendidikan Al Azhar, juga sudah ditembuskan ke Ketua RW.08/014/015 Pulogebang, Lurah Pulogebang, Camat Cakung, Walikota Jakarta Timur, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta ke Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta,” kata Rudy Darmawanto SH, mengakhiri keterangannya. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

ToT Buka Cakrawala Baru, LPQQ KOTA DEPOK Kepengen Bergerak Dinamis Koordinasi & Kolaboratif

Redaksi Posberitakota

Hadirkan Artis Ibukota, BANK DKI Support ‘Malam Puncak Jakarta Hajatan’ di JIS

Redaksi Posberitakota

Perhelatan Mobil Listrik ‘Formula E’ Hadir Lagi di Jakarta, GEMMA ROURA Sebut Berbagai Inovasi & Target Ambisius

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang