BALI (POSBERITAKOTA) – Masyarakat Bali antusias memanfaatkan pameran buku internasional Big Bad Wolf di Discovery Mall Bali, Badung. Gelaran ini menjadi solusi efektif mengalihkan anak-anak dari gawai sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini. Pameran buku tersebut berlangsung mulai 25 Mei hingga 7 Juni 2026.
Orang tua di Bali secara aktif membawa anak-anak mereka ke pameran. Mereka sengaja datang untuk mencari buku fisik. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan anak pada perangkat digital.
Deby Mulia, seorang ibu berusia 37 tahun dari Denpasar, menjadi salah satu pengunjung. Ia datang pada hari pertama pameran. “Anak saya usia balita suka eksplorasi tulisan dan gambar,” kata Deby. “Saya ingin mengenalkan buku daripada gawai.”
Anak Deby yang berusia empat tahun sangat aktif. Ia cenderung ingin mengenal banyak hal baru. Melalui buku fisik, anak dapat belajar sambil memegang. Ini memberikan pengalaman langsung yang berbeda dari layar gawai.
Deby membeli berbagai jenis buku. Ada buku aktivitas seperti menggambar dan mewarnai. Ia juga membeli bacaan kuda poni untuk putrinya. “Ini lebih baik daripada hanya menonton di ponsel,” ujarnya.
Ibu lain, Eka Putri (32), mengaku selalu menantikan pameran buku ini. Akses buku anak lengkap, bahkan berbahasa asing, sulit ditemukan di Bali. Ia datang bersama suami dan kedua anaknya.
Kedua anaknya berusia lima dan dua tahun. Mereka diajak agar bisa memilih buku sendiri. Jutaan buku yang dipajang membuat orang tua kesulitan menentukan. “Kami sudah terbiasa datang setiap ada pameran buku,” kata Eka.
Harga buku di pameran ini bervariasi. Ada yang Rp10.000 hingga Rp100.000. Untuk anak dua tahun, Eka mencari buku aktivitas dan kosakata. Sementara untuk anak lima tahun, ia mencari buku baca, tulis, dan hitung dasar.
Warga Ungasan, Badung, ini berharap pameran buku serupa lebih sering diadakan. Ia dan orang tua lainnya gemar berburu buku anak. Mereka juga mencari buku pengembangan diri. “Minat anak terhadap buku jadi tinggi,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang. Ratusan orang rela antre sebelum pameran dibuka. Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengaku terkejut.
“Jujur untuk hari pertama ini di luar ekspektasi,” kata Wandi. “Apalagi ini hari Senin, tapi jam 8 pagi sudah antre.” Ini menandakan keberhasilan membangkitkan semangat membaca masyarakat.
Meskipun ada gejolak dinamika global dan inflasi, pihak Big Bad Wolf tidak menaikkan harga buku. Ini untuk menjaga semangat masyarakat. Mereka ingin masyarakat mendapatkan buku terjangkau dan berkualitas.
Wandi mengajak masyarakat memanfaatkan pameran buku ini. Tujuannya adalah menanamkan pengetahuan anak sejak dini. Selain itu, juga menambah ilmu bagi orang dewasa. “Membangun diri melalui buku itu metode tradisional yang paling menjamin,” tegasnya.
Andrew Yap, Founder Big Bad Wolf Books Internasional, menambahkan alasan pemilihan lokasi. Mereka sengaja menggelar pameran di area mal. Mal menjadi tren lokasi kunjungan keluarga di Bali.
Pameran buku internasional Big Bad Wolf ini terus menarik perhatian. Lokasinya di Discovery Mall Bali, Badung, memudahkan akses. Ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan literasi masyarakat. ® RED/BALI 01

