Hingga Pertengahan Mei 2026, Kasus DBD Bali Tembus 1.167 Pasien, Gianyar dan Badung Tertinggi

BALI (POSBERITAKOTA) – Kasus DBD Bali mencapai 1.167 pasien hingga pertengahan Mei 2026. Angka ini tersebar di seluruh Provinsi Bali, dengan dua kematian tercatat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali segera mengambil langkah serius.

Data Dinkes Provinsi Bali menunjukkan peningkatan signifikan. Kabupaten Gianyar dan Badung mencatat kasus tertinggi. Disusul kemudian Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar. Total 1.167 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) teridentifikasi.

I Gusti Ayu Raka Susanti angkat bicara. Kabid P2P Dinkes Bali itu menyampaikan kekhawatiran. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (26/5/2026). “Kami berupaya keras mencegah status Kejadian Luar Biasa (KLB),” ujarnya.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan. Dinkes Bali memperketat deteksi dini kasus. Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M-Plus terus digalakkan. Ini melibatkan peran aktif masyarakat.

Penyelidikan epidemiologi juga intensif dilakukan. Fogging selektif dilaksanakan pada area berisiko. Langkah ini untuk memutus rantai penularan. Dinkes Bali tidak bekerja sendiri.

Inovasi juga menjadi fokus utama. Dinkes Bali menggandeng Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG. Kerja sama ini untuk sistem peringatan dini berbasis cuaca. Ini membantu prediksi potensi wabah DBD.

Sektor swasta turut dilibatkan. Program Corporate Social Responsibility (CSR) dimanfaatkan. Tujuannya mendukung upaya pencegahan penyakit DBD. Sinergi ini diharapkan memperkuat penanggulangan.

Masyarakat diimbau tetap waspada. Kebersihan lingkungan harus terus dijaga. Partisipasi aktif dalam PSN 3M-Plus sangat penting. Ini demi menekan angka kasus DBD Bali. ® RED/BALI 01

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Merupakan Fenomena, Pesisir Bali Berpotensi Banjir Rob Akibat Bulan Purnama

Diprediksi hingga 5 Juni, BMKG Himbau Warga Pesisir Bali Siaga Banjir Rob Akibat Purnama