BALI (POSBERITAKOTA) – DJ Gebby Vesta diduga menjadi korban pemerasan sopir taksi di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Kejadian ini terjadi Minggu dini hari, 31 Mei 2026, setelah ia pulang dari sebuah restoran. Sebuah video viral di media sosial menunjukkan peristiwa tersebut.
Gebby Vesta bersama rekan pria WNA menyewa taksi lokal. Mereka baru saja pulang dari Miss Fish di Tibubeneng. Awalnya, mereka sepakat dengan tarif Rp 300 ribu.
Namun, sopir taksi kemudian mengikuti Gebby dan rekannya. Ia ikut masuk ke area mesin ATM. Rekan WNA Gebby hendak mengambil uang tunai.
Di sana, sopir taksi meminta uang tambahan. Ia meminta Rp 200 ribu di luar kesepakatan awal. Gebby Vesta kemudian menegur pengemudi taksi tersebut.
Sopir taksi tidak terima teguran itu. Ia melontarkan kata-kata kasar kepada Gebby. Sopir juga memaksa Gebby dan rekannya turun dari kendaraan.
Aksi pemerasan ini berhenti setelah Gebby merekam kejadian. Video tersebut kemudian tersebar luas di media sosial. Gebby Vesta mengonfirmasi insiden tersebut.
“Kejadian Minggu dini hari itu memang seperti apa yang sudah viral,” kata Gebby saat dikonfirmasi, Senin (1 Juni 2026). Ia menambahkan, “Yang bersangkutan belum meminta maaf.”
Gebby Vesta memviralkan kejadian ini. Ia berharap dapat mewakili korban lain yang serupa. Banyak yang takut untuk bersuara. Ia berharap aparat bertindak tegas.
Kasus dugaan pemerasan sopir taksi ini menjadi perhatian publik. Insiden ini terjadi di wilayah pariwisata Bali. ® RED/BALI 01

