BALI (POSBERITAKOTA) – Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, menerima insentif sebesar Rp 3 miliar dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan penurunan stunting Gianyar dan inovasi pembiayaan kreatif. Penyerahan berlangsung di Yogyakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
Insentif tersebut terbagi menjadi dua kategori. Rp2 miliar dialokasikan untuk kategori penurunan kemiskinan dan stunting. Sementara itu, Rp1 miliar diberikan untuk kategori pembiayaan kreatif.
Prevalensi stunting di Gianyar menunjukkan tren positif. Angka stunting turun dari 6,3 persen pada 2022 menjadi 5,4 persen di tahun 2024. Lebih lanjut, prevalensi balita terindikasi stunting mencapai 3,8 persen pada 2025. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Gianyar menjadi daerah dengan angka stunting paling rendah kedua di Indonesia. Ini terjadi pada tahun 2024.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyatakan apresiasinya. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pembangunan di Gianyar,” kata Bupati Mahayastra. Ia menambahkan capaian ini menjadi motivasi untuk pelayanan publik.
Keberhasilan ini diperoleh melalui program intervensi terukur dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Gianyar konsisten dalam upaya atasi stunting. Inovasi pembiayaan pembangunan juga turut mendukung program prioritas daerah.
Gianyar meraih predikat terbaik II untuk kategori penurunan kemiskinan dan stunting. Mereka juga menjadi terbaik III dalam kategori pembiayaan kreatif. Penghargaan ini diterima pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.
Inovasi pembiayaan kreatif ini mendukung program prioritas daerah. Hal ini menunjukkan komitmen Gianyar dalam pembangunan berkelanjutan. Dana insentif akan dimanfaatkan untuk melanjutkan program-program tersebut.
Pencapaian ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar. Upaya penurunan stunting Gianyar dan inovasi keuangan mendapat pengakuan nasional. Gianyar menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang meraih dua penghargaan sekaligus. ® RED/BALI 01

