Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Tebar Janji Tuntaskan Pencemaran Mangrove Tol Bali

BALI (POSBERITAKOTA) – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berjanji menuntaskan kasus pencemaran mangrove Bali. Ini terjadi di dekat Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar. Janji ini disampaikan pada Selasa, 9 Juni 2026. Hal ini menyusul laporan masyarakat dan kajian Universitas Udayana.

Menteri Jumhur Hidayat menerima laporan langsung dari Agus Norma. Agus Norma adalah Penggagas Gerakan Bersih-Bersih Bali. Laporan tersebut menyoroti dugaan kerusakan ekosistem mangrove di area tersebut. Dugaan kuat mengarah pada kebocoran pipa milik Pertamina.

Kajian akademik dari Universitas Udayana juga mendukung temuan tersebut. Studi ini mengindikasikan adanya kematian mangrove secara signifikan. Lokasi pencemaran berada di sekitar Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar, Bali.

Menanggapi laporan ini, Menteri LH akan segera memanggil pihak Pertamina. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi. Ia juga memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan mendalam. Penyelidikan ini memastikan penyebab pasti kerusakan hutan bakau.

Menteri Jumhur Hidayat menegaskan setiap laporan kerusakan lingkungan. Laporan tersebut wajib ditanggapi secara serius. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan Bali.

Jika hasil penyelidikan membuktikan Pertamina bersalah, sanksi tegas akan diterapkan. Pertamina wajib bertanggung jawab penuh atas kerusakan lingkungan. Mereka harus mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula. Ini termasuk upaya pembersihan area terdampak.

Selain itu, Pertamina juga diwajibkan menanam kembali mangrove yang rusak. Langkah ini penting memulihkan kembali ekosistem pesisir. Pemulihan ini akan menjaga keberlanjutan lingkungan di Benoa. Khususnya bagi biota laut yang bergantung padanya.

Agus Norma, Penggagas Gerakan Bersih-Bersih Bali, menyatakan keprihatinannya. Ia berharap pemerintah serius menangani masalah ini. Norma menekankan pentingnya mangrove sebagai benteng alami. Kerusakan ini berdampak besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Kasus dugaan pencemaran lingkungan pesisir ini menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri LH menegaskan komitmennya dalam menjaga lingkungan. Ia memastikan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan berlaku.

Kondisi mangrove di sekitar Tol Bali Mandara memiliki fungsi vital. Ekosistem ini melindungi garis pantai dari abrasi. Mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan. Serta organisme laut lainnya.

Penyelesaian kasus pencemaran mangrove Bali ini diharapkan memberikan efek jera. Hal ini juga menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab korporasi. Lingkungan hidup harus menjadi prioritas utama semua pihak. ® RED/BALI 01

Related posts

Jadi Korban Sindikat, Pria Sumba Disekap & Disiksa di Bali Terkait Modus Loker Palsu

Polisi Menduga karena Sakit, WNA Selandia Baru Ditemukan Tewas di Kontrakan Sanur Kauh

Dukung Lingkungan Berkelanjutan, ITDC Nusa Dua Bali Perkuat Gerakan Pelestarian Laut