Dalam Acara ‘Pesta Kesenian Bali 2026’ di Denpasar, Pelibatan Anak Disabilitas Dinilai Sangat Tepat

BALI (POSBERITAKOTA) – Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memberikan penilaian positif. Ia mengapresiasi pelibatan anak disabilitas dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 di Denpasar, Bali. Pawai pembukaan pada hari Sabtu menunjukkan inklusivitas acara.

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka adalah Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Ia menyampaikan apresiasinya usai pembukaan pawai PKB 2026. Ia menyoroti partisipasi anak-anak dan disabilitas yang merata.

Isyana melihat bonus demografi Indonesia di depan mata. Generasi muda perlu memiliki karakter kokoh. Ini penting di tengah arus globalisasi. Mereka juga harus mampu bersaing.

“Saya melihatnya dari sisi Kemendukbangga,” kata Isyana. “Ini merupakan wujud nyata bahwa generasi muda, anak-anak, selalu tetap bisa melestarikan budaya, terutama budaya Bali.” Keterlibatan ini sangat diharapkan.

Melalui PKB 2026, anak-anak diajak aktif berkesenian. Ini bertujuan membentuk karakter mereka. Mereka diharapkan menjadi seniman penerus. Ini penting untuk masa depan budaya Bali.

Keterlibatan kelompok difabel juga mendapat perhatian khusus. Hal ini membangkitkan semangat berkesenian mereka. Kelompok disabilitas tidak akan tertinggal. Mereka dapat menunjukkan bakatnya.

“Luar biasa sekali karena ini memperlihatkan bahwa bagaimanapun kondisi kita,” ujar Isyana Bagoes Oka. “Kita semua tetap dapat terlibat, disabilitas, difabilitas, semuanya dapat turut melestarikan budaya.”

Ia menambahkan, “Semua tidak ada yang tertinggal, bisa sama-sama.” Pernyataan ini menegaskan prinsip kesetaraan. Ini adalah bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Di awal PKB 2026 ini, Wamendukbangga melihat keterlibatan mereka. Partisipasi anak-anak hingga disabilitas merata di seluruh kontingen pawai. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah se-Bali.

Kabupaten Badung menjadi salah satu daerah yang aktif. Mereka mengikutsertakan anak-anak dan kelompok disabilitas. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengonfirmasi hal ini.

Bupati Adi Arnawa menyatakan, “Saya ingin kita ada kesetaraan tidak ada perbedaan.” Ia menambahkan, “Mereka juga bisa tampil, memanfaatkan ajang ini untuk berkreasi.”

“Selama ini orang berpikir bahwa disabilitas harus di rumah, kan tidak,” ucapnya. Pemkab Badung memandang ini sebagai wadah motivasi.

Anak-anak dan seniman disabilitas akan tampil di rangkaian festival. Pemkab Badung ingin segala kalangan masyarakat termotivasi. Mereka diharapkan berani percaya diri menjalankan aktivitas bermanfaat. Ini adalah upaya nyata pemerintah daerah.

Langkah ini memastikan kesetaraan dan inklusivitas. Semua pihak memiliki kesempatan sama. Mereka dapat berkontribusi dalam seni budaya. Ini juga mendukung pengembangan potensi diri.

Secara keseluruhan, pelibatan anak disabilitas dalam Pesta Kesenian Bali 2026 mendapat apresiasi. Langkah ini mendukung pelestarian budaya Bali secara berkelanjutan. Ini juga memastikan inklusivitas menuju Indonesia Emas 2045. ® RED/BALI 01

Related posts

Di ‘Pesta Kesenian Bali 2026’, Ribuan Wisatawan Padati Pawai Pembukaan dan Menjadi Daya Tarik Tersendiri

Hujan Deras di Kota Denpasar Sebabkan Pohon Tumbang dan Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Ditertibkan Satpol PP dan Pecalang, Anak Punk di Kuta Hasilkan Rp 600 Ribu Sehari hanya dari Pekerjaan Mengamen