BALI (POSBERITAKOTA) – Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, menegaskan perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk Bali tidak berkurang. Pernyataan ini disampaikan Sabtu (13/6) di Denpasar, menyusul ketidakhadiran Presiden pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
De Gadjah menyampaikan pernyataan ini usai menghadiri Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar. Ia merespons pertanyaan masyarakat mengenai ketidakhadiran Presiden Prabowo.
Menurut De Gadjah, Presiden berhalangan hadir karena harus menjalankan tugas kenegaraan. Sebagai kepala negara, Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab besar. Tugas ini dijalankan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
“Sebagai Presiden Republik Indonesia, tentu Bapak Presiden memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang harus beliau jalankan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” kata De Gadjah. Ia menambahkan, “Kita hormati dan pahami bersama.”
De Gadjah mengajak masyarakat untuk tidak memunculkan persepsi keliru. Persepsi tersebut terkait ketidakhadiran Presiden dalam ajang seni budaya terbesar di Bali ini. Hubungan Presiden dengan Bali tetap terjalin baik.
Ia juga menegaskan komitmen Presiden terhadap Pulau Dewata tidak berkurang. Perhatian pemerintah pusat terhadap Bali tetap ada. “Yang terpenting, jangan sampai ketidakhadiran beliau dalam satu acara menimbulkan persepsi yang tidak perlu,” ungkapnya.
De Gadjah menambahkan, “Hubungan Presiden dengan Bali tetap baik, perhatian dan komitmen beliau terhadap Bali juga tetap ada.” Kehadiran Presiden memang membahagiakan. Namun, perhatian tidak bisa diukur hanya dari kehadiran fisik.
“Mari kita hormati tugas Presiden dan bersama-sama menyukseskan Pesta Kesenian Bali,” ajaknya. PKB adalah kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia. Ia juga mengajak menjadikan PKB momentum memperkuat kebersamaan.
Masyarakat diharapkan melestarikan budaya serta menjaga keharmonisan kehidupan. “Fokus kita adalah menyukseskan kebanggaan masyarakat Bali ini,” imbuhnya. Hal ini penting daripada memperdebatkan hal-hal yang mengurangi makna acara.
Menurut De Gadjah, kehadiran atau ketidakhadiran tidak jadi ukuran kepedulian kepala negara. Yang terpenting adalah komitmen mendukung pelestarian budaya. Ini juga termasuk memperkuat pembangunan daerah.
Bali harus tetap terjaga sebagai wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia. PKB merupakan agenda budaya strategis. Fungsinya tidak hanya pelestarian seni dan budaya.
PKB juga berkontribusi pada penguatan sektor pariwisata. Selain itu, ekonomi kreatif dan promosi budaya Indonesia juga terangkat. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, seniman, budayawan, dan masyarakat Bali sangat penting.
Sinergi ini akan memperkuat upaya pelestarian budaya. Warisan leluhur akan tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. “PKB adalah kebanggaan masyarakat Bali dan kebanggaan Indonesia,” tutup De Gadjah.
“Mari kita nikmati, kita jaga, dan kita sukseskan bersama dalam suasana yang adem, harmonis, dan penuh semangat menyama braya,” tambahnya. Budaya harus menjadi pemersatu. Bukan ruang untuk memperbesar perbedaan.
Pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026 sendiri telah resmi dilakukan pada Sabtu (13/6). Perhelatan budaya tahunan ini mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”. Acara ini diikuti seluruh kabupaten dan kota di Bali. Berbagai pertunjukan seni, pawai budaya, pameran, dan lomba budaya diselenggarakan. Pernyataan De Gadjah ini menegaskan kembali perhatian Presiden Prabowo terhadap Bali. ® RED/BALI 01

