Di Bekasi, Momentum 1 Muharram 1448 H Jadi Panggung Seruan untuk Persatuan dan Minta Sesama Anak Bangsa Jangan Diadu Domba

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Suasana jalan Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi yang diterangi ratusan obor – bisa sebagai pertanda pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Bahkan, momentum tersebut juga menjadi panggung seruan terhadap pentingnya persatuan dan ajakan menjaga keutuhan bangsa ditengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

Seperti dikatakan salah satu tokoh pemuda di Bekasi, Ahmad Syarifuddin bahwa Tahun Baru Islam seharusnya dimaknai sebagai ajakan untuk meninggalkan sikap saling memfitnah, menyebarkan kebencian maupun melakukan provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Jadi, tolong jangan adu domba bangsa ini. Indonesia dibangun dengan azas persatuan, gotong royong dan semangat kebersamaan. Makanya, momentum 1 Muharram harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai jika kita menjaga kerukunan dan persaudaraan,” tegasnya di Bekasi, Senin (15/6/2026).

Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Jakarta tersebut, juga menilai bahwa masyarakat terutama di wilayah pedesaan, saat ini lebih membutuhkan solusi atas berbagai persoalan kehidupan, dibandingkan kegaduhan politik yang tidak memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Terlebih lagi, menurutnya, warga membutuhkan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan, pendidikan yang lebih baik serta stabilitas sosial yang memungkinkan pembangunan berjalan secara berkelanjutan.

“Dalam hal ini, rakyat benar – benarbmembutuhkan solusi, bukan konflik. Masyarakat desa ingin hidup tenang, bekerja dengan nyaman dan melihat pembangunan berjalan. Karena itu, mari hentikan narasi yang hanya menimbulkan perpecahan dan keresahan ditengah kehidupan masyarakat,” paparnya.

Oleh karenanya, Achmad juga berharap perbedaan pandangan yang menjadi bagian dari kehidupan demokrasi tidak berkembang menjadi permusuhan yang mengancam persatuan nasional.

“Tentun saja kita boleh berbeda pendapat. Tetapi, jangan sampai perbedaan itu dimanfaatkan untuk memecah belah anak bangsa. Mari kita kedepankan akhlak, dialog sert semangat persaudaraan demi Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya, lagi.

Tak ketinggalan, Ahmad pun turut mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin bangsa agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah negara.

“Marilah kita doakan para pemimpin negeri ini, agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mengemban tugas untuk rakyat. Semoga Indonesia terus menjadi bangsa yang aman, damai, adil, dan sejahtera di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto,” tutupnya. ® RED/DAMAR NOVRIZAL /EDITOR : GOES

Related posts

Taklukan Olimpiade Sains Nasional di 2026, Andi Iftitah Mahasiswa ITPLN Bisa Borong 5 Medali Emas Sekaligus

Selain Gelar Festival Nyebrang, Pemprov DKI Bikin Kirab Pawai Obor Elektrik untuk Sambut Datangnya 1 Muharam 1448 H

Selain Jadi Rute Utama, Organisasi Flight Sebut Bali Masuk Zona Merah untuk Perdagangan Burung Liar Ilegal