BALI (POSBERITAKOTA) – Pemerintah merealisasikan belanja MBG di Bali sebesar Rp852,75 miliar hingga 8 Juni 2026. Realisasi anggaran ini menyasar ratusan ribu penerima manfaat yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali, Supendi, mengonfirmasi data tersebut di Denpasar, Selasa (23/6/2026). “Total penerima manfaat hingga 8 Juni telah mencapai 618.390 orang,” ujar Supendi.
Penerima manfaat terbanyak berada di Kabupaten Buleleng dengan 107.673 orang. Kemudian disusul Kota Denpasar sebanyak 106.223 orang dan Kabupaten Tabanan sebanyak 85.439 orang.
Daerah lainnya meliputi Badung, Jembrana, Gianyar, Karangasem, Bangli, dan Klungkung. Penyaluran dana MBG dilakukan melalui 277 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Bali.
Berdasarkan rincian, pelajar sekolah dasar (SD) menjadi penerima terbesar dengan jumlah 248.198 orang. Selanjutnya adalah pelajar SMP sebanyak 137.036 orang dan pelajar SMA sebanyak 105.157 orang. Sisanya mencakup siswa SLB, guru, dan tenaga pendidik.
Realisasi belanja program Makan Bergizi Gratis hingga pertengahan tahun ini lebih rendah dari total belanja sepanjang 2025. Pada tahun lalu, total anggaran yang terserap mencapai Rp1,39 triliun.
Saat ini, program gizi gratis dihentikan untuk sementara waktu. Penghentian ini bertepatan dengan masa libur sekolah dan akan dimanfaatkan untuk penataan serta standarisasi tata kelola program.
Pemerintah akan melanjutkan kembali penyaluran dana setelah proses standarisasi selesai. Langkah ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dan optimalisasi belanja MBG di Bali pada periode berikutnya. ®RED/BALI 01

