BALI (POSBERITAKOTA) – MANGUPURA – Kabupaten Badung menghadapi krisis air bersih Badung dengan defisit pasokan mencapai 1.200 liter per detik. Bupati I Wayan Adi Arnawa pada Jumat (26/6) mendesak Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera melakukan inovasi.
Kekurangan pasokan air ini disebabkan oleh pesatnya laju pembangunan dan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Bupati Adi Arnawa menyebut kondisi ini merupakan pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah dan jajarannya. Ketersediaan air bersih menjadi faktor krusial.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk industri pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi. Ia menegaskan ketersediaan air sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor yang menanamkan modal di Badung.
“Kita mengalami defisit. Sekarang aja kita mengalami defisit 1.200 liter per detik, sedangkan pembangunan begitu maksimal,” ujar Bupati Adi Arnawa saat melantik jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama.
Jika tidak segera diatasi, ia khawatir investor akan mencari solusi sendiri dengan melakukan eksploitasi air tanah. Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih serius di masa depan. Pembangunan hotel besar yang terus berjalan membutuhkan jaminan pasokan air.
Untuk itu, Adi Arnawa mendorong Perumda Tirta Mangutama melakukan terobosan strategis, seperti diversifikasi sumber air. Optimalisasi pemanfaatan air permukaan yang selama ini belum maksimal menjadi salah satu solusi yang harus diperhatikan secara serius.
Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan komitmennya untuk membantu Perumda mencari solusi konkret atas masalah ini. Langkah inovatif diperlukan untuk memastikan penyediaan air bersih dapat mengimbangi laju investasi dan pembangunan di Gumi Keris. Hal ini menjadi kunci untuk mengatasi tantangan krisis air bersih Badung secara berkelanjutan. ®RED/BALI 01