BALI (POSBERITAKOTA) – Ancaman rabies di Buleleng masih tinggi menyusul puluhan ribu anjing peliharaan belum divaksin. Dinas Pertanian setempat mencatat hingga akhir Juni 2026, cakupan vaksinasi baru mencapai 23,91 persen dari total populasi anjing di kabupaten tersebut.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Buleleng per 23 Juni, baru 16.438 ekor anjing yang telah divaksin. Jumlah ini sangat rendah dibandingkan total populasi yang mencapai 68.748 ekor di sembilan kecamatan. Artinya, masih ada sekitar 52.310 ekor anjing yang berisiko menularkan virus.
Rendahnya cakupan vaksinasi ini berdampak langsung pada tingginya temuan kasus di lapangan. Hingga periode yang sama, tercatat 93 laporan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR). Dari jumlah itu, sebanyak 64 kasus telah dikonfirmasi positif rabies melalui uji laboratorium.
Kepala Dinas PKPP Buleleng, Gede Melandrat, menyatakan kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Dengan adanya kasus-kasus yang terjadi sekarang ini, mudah-mudahan kesadaran masyarakat mulai tumbuh,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (30/6/2026).
Pihaknya memastikan stok vaksin aman dengan 16.239 dosis yang masih tersedia untuk warga. Layanan vaksinasi gratis terus dibuka dan diprioritaskan untuk wilayah yang ditemukan kasus positif. Langkah ini bertujuan memutus rantai penularan virus ke hewan lain di sekitarnya.
Melandrat menekankan, vaksinasi rabies harus diulang setiap tahun selama hewan dipelihara. Namun, banyak pemilik lalai melakukan vaksinasi rutin meskipun telah memiliki kartu penanda. Faktor ini menjadi penyebab utama rendahnya cakupan pengendalian rabies di Buleleng.
Selain vaksin untuk hewan, fasilitas kesehatan juga telah menyiapkan Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi warga yang tergigit. Dinas PKPP mengimbau masyarakat membawa anjingnya ke kantor dinas atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat untuk mendapatkan layanan gratis.
Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam upaya pemerintah menekan penyebaran rabies di Buleleng. Ketersediaan vaksin dan layanan gratis diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pemilik anjing untuk mencapai kekebalan kelompok. ® RED/BALI 01/ EDITOR : GOES

