Videonya Sempat Viral, Polisi Selidiki Pembelian Puluhan Jeriken Pertamax di SPBU Jimbaran Bali

BALI (POSBERITAKOTA) – Polisi menyelidiki video viral pembelian puluhan jeriken Pertamax di sebuah SPBU Jimbaran Bali. Insiden yang terjadi beberapa hari lalu ini diselidiki setelah memicu antrean panjang dan menjadi sorotan publik di media sosial (Medsos).

Satreskrim Polresta Denpasar telah mendatangi lokasi di SPBU Taman Griya, Kuta Selatan. Petugas memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk kepentingan penyelidikan. Hasil awal menunjukkan bahan bakar yang dibeli adalah jenis non-subsidi.

“Petugas Satreskrim langsung bergerak setelah video tersebut ramai di media sosial,” ujar Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. Pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang minyak dan gas.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 19.00 Wita. Seorang pria membeli Pertamax dengan mengisi sekitar 30 jeriken. Jeriken tersebut diangkut menggunakan mobil Suzuki APV bernomor polisi DK 1592 JH.

Pengawas SPBU berinisial NNU (34) menyatakan pembeli mengaku BBM itu untuk operasional usaha wisata air. Ia juga menegaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi sehingga tidak ada pembatasan pembelian. Menurutnya, antrean panjang juga dipicu stok Pertalite yang sedang kosong.

Meskipun BBM yang dibeli bersifat non-subsidi, polisi tetap melakukan pendalaman lebih lanjut. Penyelidikan atas insiden di SPBU Jimbaran Bali ini terus berlanjut untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi. ® RED/BALI 01 /EDITOR: GOES

Related posts

Komisioner Rekind Maret Samuel Sueken Soroti Keterlambatan RDMP Balikpapan

Guna Sambut Wisatawan Selama Puncak Musim Libur Sekolah, Bandara Ngurah Rai Bali Gelar Parade Gebogan

Di Kecamatan Gerokgak Buleleng, 2 Bocah Tewas Tenggelam Saat Bermain di Tambak