BALI (POSBERITAKOTA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dalam prakiraan cuaca Selat Bali bagian selatan. Gelombang tinggi hingga 2.7 meter berpotensi terjadi dalam periode yang berlaku sejak kemarin, Sabtu (4/7/2026).ingga Selasa (7/7/2026).
Puncak ketinggian gelombang tersebut terpantau terjadi pada Sabtu malam. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan oleh masyarakat maritim yang beraktivitas di perairan tersebut. Aktivitas pelayaran diimbau untuk terus memperhatikan risiko tinggi gelombang.
Berdasarkan data yang dirilis BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara. Kecepatan angin tercatat mencapai 14 knot dengan hembusan sesaat (gust) yang dapat mencapai 26 knot.
Untuk hari ini, Minggu (5/7), tinggi gelombang di perairan selatan Bali diprediksi berada di kategori sedang hingga tinggi. Ketinggiannya diperkirakan berkisar antara 2,4 hingga 2,6 meter, disertai arus laut menuju arah barat daya.
“Terdapat potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,7 meter pada perairan ini. Harap berhati-hati dan ikuti arahan dari otoritas setempat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya. Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Kondisi gelombang diperkirakan akan sedikit melandai pada hari-hari berikutnya, berada di kisaran 2,1 hingga 2,3 meter. Secara umum, cuaca di kawasan tersebut didominasi cerah berawan dengan suhu udara berkisar 25 hingga 27 derajat Celsius.
Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi dari sumber resmi. Informasi detail mengenai prakiraan cuaca Selat Bali menjadi acuan penting untuk memastikan keselamatan selama beraktivitas di laut. ® RED/BALI 01 /EDITOR: GOES

