Guna Mewujudkan Green Port, PT TES Berkolaborasi dengan ITPLN

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – PT Tata Energi Samudera (PT TES) resmi menjalin kerjasama strategis dengan Institut Teknologi PLN (ITPLN) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, dan pemanfaatan sumber daya bersama. Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan industri transisi energi dan pengembangan pelabuhan hijau di Indonesia.

Kerjasama tersebut mencakup pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, program magang mahasiswa, kunjungan industri, seminar, studium generale, dosen praktisi mengajar, pelatihan dan uji kompetensi, hingga riset terapan dan inovasi teknologi.

Selain itu, kedua belah pihak akan berkolaborasi dalam berbagai proyek strategis, seperti pengembangan PLTS di KEK Kendal, program Green Port melalui hidrogen trucking dan elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG), kajian peningkatan kapasitas PLTS di Pelabuhan Samudera Palaran, supervisi operasional Pelabuhan Patimban, hingga pengembangan hub batu bara di proyek revitalisasi Pelabuhan Kendal.

Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., M.T. IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan kerja sama dengan PT TES merupakan bagian dari strategi kampus dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan transisi energi.

Menurutnya, tantangan global menuju energi bersih membutuhkan SDM yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami praktik industri secara langsung.

“Kami memposisikan ITPLN sebagai kampus transisi energi. Indonesia membutuhkan SDM yang mampu menjawab tantangan perubahan sektor energi. Karena itu kami membangun ekosistem pendidikan yang terhubung erat dengan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Prof. Iwa dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2026.

Lebih lanjut Prof. Iwa menegaskan bahwa ITPLN merupakan perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pengalaman industri. Sebagai implementasinya, ITPLN menerapkan sistem pembelajaran 4-4-2, yaitu 40 persen pembelajaran teori, 40 persen berbasis case study, problem based learning dan project based learning, serta 20 persen melalui guest lecture bersama praktisi nasional maupun internasional.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan. Mereka harus terbiasa menyelesaikan persoalan nyata, memahami kebutuhan industri, dan memiliki wawasan global. Model pembelajaran ini kami yakini akan menghasilkan lulusan yang lebih siap bersaing,” tuturnya.

Selanjutnya, Prof. Iwa berharap kemitraan dengan PT TES tidak berhenti pada proyek jangka pendek, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam membangun sistem pendidikan, penelitian, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi industri maupun masyarakat.

Sementara itu Wakil Rektor IV ITPLN, Ahsin Sidqi, mengatakan kerja sama tersebut sebenarnya merupakan kelanjutan dari sejumlah kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya.

Menurut dia, pengalaman PT TES dalam berbagai proyek energi dan kelistrikan akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa maupun dosen dalam mengembangkan riset yang aplikatif.

“Kami ingin jejaring ini menjadi penghubung antara kampus dan industri sehingga berbagai inovasi transisi energi dapat dieksekusi secara nyata. Kolaborasi ini akan memperkuat riset, pendampingan proyek, hingga pengembangan kebijakan yang memberi dampak bagi sektor energi nasional,” kata Ahsin.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Tata Energi Samudera, Dhany Yudha Bintang Perdana, mengatakan perusahaannya tengah melakukan transformasi besar dengan menjadikan sektor energi sebagai salah satu fokus utama pengembangan bisnis.

PT TES saat ini memiliki jaringan operasional di sekitar 40 kota di Indonesia serta memperluas ekspansi ke berbagai negara.

Menurut Dhany, perusahaan juga sedang menggarap sejumlah proyek strategis, termasuk elektrifikasi Pelabuhan Patimban bersama mitra dari Jepang dan Prancis, elektrifikasi pelabuhan di Samarinda, hingga pengembangan konsep Green Port dan Smart Port yang sejalan dengan standar International Maritime Organization (IMO).

“Kami ingin menjadi perusahaan swasta yang berada di garis depan dalam pengembangan energi berkelanjutan. Karena itu kami membutuhkan dukungan dunia akademik untuk menghadirkan inovasi, riset, dan SDM unggul. Kolaborasi dengan ITPLN menjadi langkah penting untuk mewujudkan roadmap tersebut,” kata Dhany.

Melalui kerjasama ini, ITPLN dan PT TES berharap dapat mempercepat lahirnya inovasi teknologi, memperkuat kompetensi SDM, serta mendukung percepatan transisi energi nasional melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. ® RED/RAMADHAN ALDIANSYAH /EDITOR : GOES

Related posts

Fase Bagi Kredibilitas Penegakkan Hukum, HENDARDI: Kejaksaan Agung Jangan Defensif dan Melecehkan Nalar Publik

Selain Berdaya Saing, Yatim Jungle Survival Course 2026 Bertekad Bentuk Generasi Yatim Tangguh

Dalam Usia yang Masih Sangat Muda, Bek Bali United Youth I Gede Kayana Artha Wiguna Sukses Debutnya di Timnas U17