BEKASI (POSBERITAKOTA) – Sebagai bentuk wujud pengabdian ke masyarakat, Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melalui Bidang Kesehatan berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (IKA FISH UNJ) menggelar sunatan massal gratis bagi anak-anak di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/7/2026) kemarin.
Sebanyak 17 anak berusia 4 – 12 tahun mengikuti sunatan massal gratis yang berlangsung tertib dan lancar. Sebab, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat dan sekaligus memperkuat semangat gotong royong melalui kolaborasi antara organisasi kepemudaan, alumni perguruan tinggi, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa.
Menurut Ketua Bidang Kesehatan DPP KNPI, dr Fachrurozy Basalamah, sunatan massal tidak sekadar memberikan bantuan layanan kesehatan. Tetapi, juga merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.
“Perlu diketahui bahwa sunat atau khitan memiliki manfaat medis yang telah banyak dibuktikan. Mulai dari menjaga kebersihan organ reproduksi, menurunkan risiko infeksi hingga membentuk perilaku hidup bersih sejak usia dini. Oleh karenanya, kegiatan ini bukan semata-mata memenuhi tradisi atau nilai keagamaan, melainkan juga bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan masyarakat,” ujar dr Fachrurozy di lokasi acara.
Ditambahkan dia bahwa saat ini masih banyak keluarga yang menunda pelaksanaan khitan, karena keterbatasan biaya maupun akses terhadap layanan kesehatan. Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu dijawab melalui gerakan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Bahkan melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Kehadiran organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian sosial seperti inilah yang menjadi fondasi pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum IKA FISH UNJ, Dr Rasminto, menilai kegiatan tersebut merupakan implementasi konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Dikatakannya lebih lanjut bahwa bentuk pengabdian tidak cukup diwujudkan melalui seminar atau diskusi akademik. Namun juga harus diterjemahkan menjadi aksi yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki tanggungjawab moral untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, alumni harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat akan memiliki makna ketika dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” papar Dr Rasminto.
Menurutnya, sinergi antara alumni, organisasi kemasyarakatan dan pemuda, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan merupakan contoh bagaimana modal sosial dapat dioptimalkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Tri Dharma tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi terus hidup melalui kontribusi para alumninya. Ketika jejaring akademik dipadukan dengan kepedulian sosial, maka perguruan tinggi benar-benar hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan masyarakat,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Desa Sukajadi, Acep Sunasep, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan dirinya menilai khitanan massal sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPP KNPI dan IKA FISH UNJ atas kepeduliannya kepada warga Desa Sukajadi. Program ini sangat bermanfaat dan disambut dengan antusias oleh masyarakat. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” ucap dia.
Tak lupa Acep juga berharap kegiatan sosial serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari kolaborasi berbagai elemen bangsa. “Semoga program sunatan massal ini dapat berlanjut dan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat,” katanya, mengakhiri. ® RED/RANGGA ARYA WIJAYA / EDITOR: GOES