PosBeritaKota.com
Nasional

Ini Penjelasan Resmi Disdikpora, Puluhan Calon Murid Gagal Lolos SPMB SD Denpasar

BALI (POSBERITAKOTA) – Sebanyak 93 calon murid gagal lolos dalam proses SPMB SD Denpasar tahun 2026. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menyatakan penyebabnya adalah daya tampung penuh dan status kependudukan mereka dari luar Bali.

Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suryawan, memberikan penjelasan resmi pada Selasa (30/6). Ia menegaskan bahwa dinas belum bisa memberikan kebijakan khusus untuk meloloskan ke-93 calon murid tersebut. Situasi ini muncul setelah beberapa orang tua mendatangi posko SPMB pada Senin (29/6) untuk mencari kepastian.

Dijelaskan Suryawan bahwa penolakan ini murni karena alasan teknis dan regulasi yang berlaku. Menurut petunjuk teknis (juknis), setiap rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri memiliki batas maksimal 32 siswa per kelas. Kapasitas ini tidak bisa dilanggar.

“Dan jumlah tersebut akan terkunci pada data dapodik,” ungkap Suryawan. Ia menambahkan bahwa sistem data pokok pendidikan (dapodik) yang terpusat membuat penambahan siswa secara manual menjadi tidak mungkin dilakukan oleh pihak sekolah maupun dinas.

Pada penerimaan siswa SD tahun ini, total pendaftar mencapai 9.341 orang. Sementara itu, daya tampung yang tersedia dari 166 SD negeri di seluruh Denpasar hanya sebanyak 9.248 kursi. Terjadi kelebihan pendaftar sebanyak 93 orang.

Selain tidak lolos, para calon murid ini juga tidak bisa mendapatkan subsidi biaya untuk sekolah swasta. Suryawan menyatakan bantuan pendidikan hanya dialokasikan bagi siswa yang tercatat memiliki Kartu Keluarga (KK) Kota Denpasar.

Menariknya, data Disdikpora menunjukkan bahwa dari kuota yang terisi, sebanyak 4.216 siswa atau 45,6 persen justru berasal dari luar Denpasar. Siswa asli ber-KK Denpasar yang diterima di sekolah negeri hanya berjumlah 5.032 orang atau 54,4 persen.

Fenomena ini terjadi karena banyak warga lokal, terutama dari kalangan menengah ke atas, lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta. Dari total 8.193 anak usia sekolah ber-KK Denpasar, hanya 5.032 yang mendaftar ke sekolah negeri.

Dengan demikian, nasib 93 calon murid ber-KTP luar Bali tersebut kini belum menemui titik terang. Disdikpora belum menawarkan solusi alternatif dalam penyelenggaraan SPMB SD Denpasar yang telah ditutup. ® RED/BALI 01 /EDITOR : GOES

Related posts

Dalam Kompetisi ‘IBL 2026’, BANK JAKARTA Siap Total Dukung Tim Bola Basket Pelita Jaya Jakarta

Redaksi Posberitakota

Dovizioso & Marquez Tarung, JACK MILLER Bisa Jadi ‘Kuda Hitam’ di MotoGP Argentina

Redaksi Posberitakota

Ngomong Gelar Liga Inggris, KOMPANY Optimis City Bakal Mempertahankan

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang