BEKASI (POSBERITAKOTA) – Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperkuat sinergi dengan Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) dengan membuka kembali program ikatan kerja untuk 100 orang mahasiswa hingga membangun laboratorium peraga pendingin.
Namun kerjasama tersebut menjadi langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja di industri pendingin dan tata udara yang terus berkembang di Indonesia.
Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan sinergitas dengan APITU menjadi bagian dari upaya kampus memperluas kemitraan dengan dunia industri di luar PLN Grup. Menurutnya, penguatan jejaring industri menjadi salah satu kunci dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Dalam hal ini, ITPLN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai sektor industri. Kerja sama bersama APITU diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dan lulusan sekaligus memperluas peluang karier lulusan di industri pendingin dan tata udara,” tegas Prof. Iwa Garniwa dalam keterangannya, Rabu, 1 Juli 2026.
Sedangkan salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut ialah program ikatan kerja bagi 100 mahasiswa Diploma III ITPLN. Program ini diharapkan memberikan kepastian jalur karier sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri pendingin nasional.
Pada bagian lain, ITPLN dan APITU sepakat menjalin kerja sama dalam program peningkatan kompetensi atau upskilling bagi kelas karyawan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi mahasiswa, serta pengembangan riset di bidang pendingin industri.
Dari kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang mendukung perkembangan teknologi pendingin yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
ITPLN dan APITU juga membuka peluang penyelenggaraan kelas khusus bagi calon mahasiswa program Magister (S2) serta Program Sarjana Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI). Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia profesional yang memiliki keahlian di bidang pendingin dan tata udara.

Melalui pengembangan sarana pembelajaran, kedua belah pihak merencanakan pembangunan laboratorium peraga sistem pendingin atau cooler di lingkungan ITPLN. Kehadiran laboratorium tersebut diharapkan menjadi fasilitas praktik yang mendekatkan mahasiswa dengan teknologi yang digunakan di dunia industri.
Sementara itu Ketua Umum Perkumpulan Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU), Agus Susilo, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi langkah penting dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar industri.
“Jadi, kami siap mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa ITPLN melalui program sertifikasi, magang, hingga penguatan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi di sektor pendingin dan tata udara,” tutur Agus Susilo.
Adanya kerjasama itu juga mencakup program magang serta rekrutmen lulusan ITPLN oleh perusahaan yang berada dalam jejaring APITU. Melalui kolaborasi tersebut, ITPLN berharap semakin memperluas kiprah lulusannya di berbagai sektor industri, sehingga tidak hanya menjadi pemasok talenta bagi PLN, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan industri pendingin dan tata udara nasional.
Sekarang ini, ITPLN masih membuka pendaftaran Program Vokasi D3 Teknik Mesin melalui program Gelombang Seru Vokasi yang berlangsung pada 15 Juni hingga 15 Juli. Program ini menawarkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dengan peluang magang dan kesempatan ikatan kerja bagi lulusannya. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran dapat diakses melalui laman www.infopmb.itpln.ac.id.
Untuk Program D3 Teknik Mesin ITPLN menerapkan sistem pembelajaran Smart Class 4-4-2, yang mengombinasikan proses belajar di kelas dengan praktik industri untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Selain mendapatkan pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa juga memperoleh jaminan magang di PLN Group, sertifikat kompetensi keahlian, akses laboratorium transisi energi, serta pembelajaran yang melibatkan dosen dan praktisi dari sektor energi dan industri.
Patut diketahui bahwa TPLN juga membuka peluang ikatan kerja melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional dan internasional, di antaranya APITU Indonesia, Daikin, Polytron, Sharp, Samsung, Panasonic, LG serta sejumlah mitra industri lainnya. Kesempatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja. ® RED/DAMAR NOVRIZAL /EDITOR : GOES

