BALI (POSBERITAKOTA) – Identitas mayat di hutan Jatiluwih akhirnya terungkap sebagai fotografer asal Afrika Selatan. Pihak kepolisian memastikan identitas korban pada Senin (6/7/2026) setelah serangkaian penyelidikan mendalam di wilayah Penebel, Tabanan.
Korban diidentifikasi sebagai Adriaan Campbell Louw (53). Kepastian ini didapat dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan pihak Imigrasi dan Konsulat Afrika Selatan. Polisi menemukan iPhone 13 milik korban di lokasi, di mana fitur Medical ID pada ponsel tersebut menampilkan identitasnya.
Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Made Teddy Satria Permana mengonfirmasi temuan tersebut kemarin. “Identitas korban sudah dapat kami pastikan. Dari hasil penyelidikan, korban adalah Adriaan Campbell Louw, warga negara Afrika Selatan,” ujarnya.
Penyelidikan mengungkap korban terakhir terlihat pada 13 Juni 2026. Ia meninggalkan penginapan di kawasan Jatiluwih dan tidak pernah kembali. Sejumlah barang pribadi seperti MacBook dan telepon genggam lain juga masih tertinggal di kamar penginapannya.
Meskipun identitas telah terungkap, penyebab kematian korban masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan toksikologi forensik dari RSUP Prof Ngoerah di Denpasar untuk mengetahui penyebab pastinya.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Hal ini untuk mengevaluasi dan memperketat aturan aktivitas pendakian di lereng Gunung Batukaru. Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan.
Jenazah Adriaan pertama kali ditemukan oleh seorang warga pada 28 Juni 2026 dalam kondisi membusuk. Penyelidikan atas penemuan mayat di hutan Jatiluwih ini terus berlanjut sembari menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk mengungkap penyebab kematiannya. ® RED/BALI 01 /EDITOR: GOES

