28.2 C
Jakarta
11 July 2026 - 00:39
PosBeritaKota.com
Nasional

Sebagai Rangkaian dari Agenda PKB XLVIII 2026, Pementasan ‘Godogan’ Kolaborasi Budaya Bali dan Korea

BALI (POSBERITAKOTA) – Sebuah kolaborasi budaya Bali-Korea yang memukau tersaji dalam pementasan “Godogan” di Denpasar, Rabu (8/7/2026) malam. Pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026.

Panggung Gedung Ksirarnawa di kompleks Taman Budaya Bali menjadi saksi pertemuan dua tradisi seni yang berbeda. Pementasan ini secara khusus dirancang untuk menampilkan perpaduan harmonis antara elemen kesenian khas Pulau Dewata dengan sentuhan artistik dari Korea. Suasana malam itu terasa istimewa dengan antusiasme penonton yang hadir.

Pagelaran yang mengangkat kisah “Godogan” dipilih sebagai narasi utama untuk menjembatani kedua budaya. Cerita tersebut secara simbolis menggambarkan pertemuan dua entitas berbeda yang pada akhirnya menemukan kesamaan dan persatuan. Bahasa seni menjadi medium universal dalam pertunjukan lintas negara ini.

Menurut penyelenggara, acara ini memiliki tujuan yang lebih dalam dari sekadar hiburan semata. “Kami ingin menampilkan bagaimana pertemuan dan kolaborasi dua budaya yang berbeda dapat bersatu secara harmonis di atas satu panggung,” ungkap seorang perwakilan panitia PKB. Pernyataan ini menegaskan misi diplomasi budaya acara tersebut.

Keterlibatan seniman internasional dalam PKB bukanlah hal baru, namun selalu menjadi sorotan utama. Pertunjukan ini merupakan salah satu agenda unggulan yang ditunggu-tunggu dalam gelaran PKB tahun ini. Kehadiran seniman Korea menegaskan posisi festival tahunan tersebut di kancah global.

Pesta Kesenian Bali secara konsisten menjadi inkubator bagi lahirnya karya-karya inovatif. Festival ini memberikan ruang luas bagi para seniman, baik lokal maupun mancanegara, untuk bereksplorasi dan bertukar gagasan kreatif. Kolaborasi seni ini menjadi bukti nyata dari fungsi tersebut.

Keberhasilan pementasan di Denpasar ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak kerja sama seni di masa depan. Acara ini menegaskan kembali citra Bali sebagai pusat dialog budaya dunia, salah satunya melalui kesuksesan kolaborasi budaya Bali-Korea tersebut. ® RED/BALI 01/ EDITOR: AGSAN

Related posts

Di Lumajang Jatim, SEBANYAK 340 HUNIAN SEMENTARA Dibangun BAZNAS untuk Penyintas Gunung Sumeru

Redaksi Posberitakota

Remiliterisasi Ruang Sipil, Bhatara Ibnu Reza ‘De Jure’: Dari RPP Tugas TNI Kemungkinan Kuat Ingin Kembalikan Dwifungsi Militer

Redaksi Posberitakota

Bisa Ubah Perda atau Ajukan Uji Materi ke MA, Jika Memang PRJ Tidak Menguntungkan Pemprov DKI maupun Masyarakat Jakarta

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang