Pelari Eduardo Nabunome Kena Serangan Jantung

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Pelari nasional jarak menengah dan marathon yang pernah berjaya di era tahun 80 dan 90-an, Eduardus Nabunome, terkena serangan jantung dan kini dirawat intensif di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur. 

Edu, panggilan akrab Eduardus Nabunome terkena serangan jantung pada Jumat (24/3) dan langsung dilarikan ke rumah sakit. “Semula dibawa ke rumah sakit Pondok Gede, namun karena penuh akhirnya dirawat di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur,” tegas Marcelina Ina N Piran, istri Edu.

Menurut Marcelina, Edu mengeluhkan nyeri dibagian dada pada Jumat pagi. “Anak-anak telpon ke saya , karena saya sudah berangkat bekerja pada jumat pagi itu dan langsung dibawa ke rumah sakitm,” jelas dia lagi.

Marcelina mengemukakan bahwa hasil diagnosa dokter rumah sakit, Eduardus Nabunome selain mengalami gejala serangan jantung juga mengidap asam lambung akut.

“Setelah lima hari dirawat di ICCU Senin sore sempat dipindahkan ke ruang perawatan. Namun sejam jam kemudian, kondisi kesehatannya kembali drop,” terang Marcelina.

Baca Juga:  Jelang Seri Pembuka MotoGP 2019, IANNONE Masih Prioritaskan Adaptasi Motor

Eduardus Nabunome merupakan legenda pelari jarak menengah dan marathon. Di Era tahun 80 dan 90 an Edu cukup disegani dikancah lari 10 .000 meter atau yang lebih dikenal dengan 10 K. Saat ini, pria kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) 1968 tersebut merupakan pemegang rekor nasional. 

Dari total 14 rekor lari jarak menengah-jauh yang pernah ditorehkan (periode 1980 – 2000), lulusan FISIP Universitas Moestopo Beragama Jakarta, hingga kini ada 5 rekor nasional yang masih bertahan atas namanya.

Kelima nomor tersebut adalah lari 10 ribu meter jalan raya (29 menit 25 menit 10 detik) yang dibuatnya pada Lomba Lari Bali 10 di tahun 1989, rekornas junior lari 10 ribu meter trek (30 menit 6 detik), rekor PON lari 5 ribu meter (14 menit 20 detik), rekor PON marathon (2 jam 19 menit 27 detik) dan rekor SEA Games marathon (2 jam 20 menit 17 detik). ■ Red/Gardo 

Beri Tanggapan