Terlalu, BUPATI SERANG Tak Ikutkan Desa Sukatani dalam Pilkades Serentak

SERANG (POSBERITAKOTA) – Sangat beralasan jika ratusan warga Desa Sukatani datang menggeruduk Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Senin (2/10). Mereka melayangkan protes keras, lantaran Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, tak bisa diikutsertakan dalam Pilkades Serentak yang rencananya digelar pada Nopember mendatang.

Hanya satu permintaan para pengunjuk rasa, mendesak Bupati Serang agar desanya bisa menjadi peserta pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Apalagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukatani, pernah ikut audensi dengan Ratu Tatu Chasanah (Bupati Serang) terkait hal tersebut.

“Hasil keputusan Pemkab, jelas mengecewakan kami warga Desa Sukatani. Apa karena desa kami bersebelahan dengan kawasan industri? Lantas, kami tidak diikutsertakan dalam Pilkades Serentak, ada apa ini?” Begitu kata Amirin, satu pengunjuk rasa.

Mereka ingin bertemu dan berdialog langsung dengan Bupati Serang. “Kami berbicara, sudah menunggu lama, kurang apalagi masyarakat Desa Sukatani. Saya sendiri benar tidak tahu sebagai tokoh pemuda, kenapa tiba-tiba tidak diperjelas dari awal. Setelah mendesak pada panitia pilkades, tiba-tiba dibatalkan,” orasinya di depan kantor Pemkab Serang.

Dikatakan tokoh masyarakat ini, Desa Sukatani saat ini dipimpin oleh Bagja, pejabat kepala desa sementara yang sudah satu setengah tahun menjabat menggantikan Kepala Desa Sukatani Adrai yang diberhentikan akibat kasus narkoba.

“Pemerintahan sudah berjalan, kami tahunya pada saat itu, Pak Bagja di sini (Sukatani) enam bulan Pjs itu. Ini sudah setahun setengah berjalan,”terangnya.

Amirin menambahkan bahwa warga Desa Sukatani mengakui desa cukup kondusif dengan adanya Pjs kepala desa. Namun demikian, warga ingin punya kades definitif yang dipilih pada Pilkades Serentak 2017.

“Hari ini kalau tidak disetujui pilkades, kami akan membawa forum, 13 desa dalam satu kecamatan. Akan kami undang semua,” paparnya.

Karena itu, ia sangat berharap Desa Sukatani bisa diikutsertakan pada Pilkades Serentak 2017. “Bukan kami tidak percaya pada Pak Bagja. Ini keinginan masyarakat Desa Sukatani,” ucap dia.

Setelah berorasi, perwakilan warga diterima audiensi oleh pejabat Pemkab Serang. Mereka diterima Plt Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana dan Abdullah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Abdullah mengatakan bahwa ada tiga opsi dalam mengatasi masalah pengisian kepala Desa Sukatani, yakni penggantian antar waktu, penggantian pejabat sementara, dan diikutsertakan dalam Pilkades Serentak.

“Kita telaah terlebih dahulu. Perwakilan BPD inginnya diikutsertakan dalam Pilkades Serentak. Mereka beralasan berdasarkan hasil musyawarah desa. Kami juga sudah rapat dengan Muspika, BPD, dan perwakilan dari Pemkab. Hasil rapat dilakukan telaah dan sudah disampaikan ke Bupati Serang,” tutupnya. ■ Red/Aria/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here