Rutin Tiap Tahun, PEMKOT YOGYAKARTA Kembali Gelar ‘Jamasan Pusaka’

YOGYAKARTA (POSBERITAKOTA) – Prosesi acara ‘Jamasan Pusaka’ kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini kegiatan rutin tahunan setiap bulan Sura sesuai penanggalan Jawa.

‘Jamasan Pusaka’ memiliki filosofi untuk mengingatkan kepala daerah agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pusaka ini memiliki nilai filosofi untuk mengingatkan pemimpin agar bekerja sesuai harapan warga, memberikan pelayanan dan teladan yang baik.

Penghageng Paguyuban Abdi Dalem Keprajan Kota Yogyakarta, Kamis (19/10), mengatakan kepala daerah harus mampu membawa rakyat agar sejahtera, tidak hanya pemimpinnya saja yang sejahtera, namun masyarakat harus didahulukan, sehingga tombak pun disimpan di ruang kerja Walikota Yogyakarta sebagai pengingat.

Sebelum menjadi pusaka milik Pemerintah Kota Yogyakarta, tombak Kyai Wijaya Mukti adalah pusaka milik Keraton Yogyakarta. Pusaka ini kemudian diserahkan ke Pemerintah Kota Yogyakarta bertepatan pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Pemerintah Kota Yogyakarta pada 7 Juni 2000.

Tombak yang dibuat pada 1921 atau pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII itu memiliki panjang tiga meter. Tombak dengan pamor wos wutah wengkon dengan daphur kudhuping gambir ini, memiliki landean (gagang) sepanjang 2,5 meter yang terbuat dari kayu walikukun.

Prosesi ‘Jamasan Pusaka’ berlangsung singkat. Pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti dibawa oleh rombongan abdi dalem dari ruang kerja wali kota menuju lokasi jamasan yang berada di kompleks taman air mancur Balai Kota Yogyakarta.

Pada saat jamasan atau pembersihan pusaka, sejumlah abdi dalem melepas untaian melati yang sudah mengering, menyiramkan air, menyapukan olesan minyak pusaka di mata tombak dan menyematkan untaian melati yang masih segar. “Kondisi mata tombak masih cukup bagus karena perawatan selalu dilakukan secara rutin tiap tahun,” katanya. ■ Red/Ays

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here