Gelar Budaya ‘Hajatan Betawi’, DAILAMI FIRDAUS : Untuk Kemaslahatan Warga Jakarta

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Gelar budaya ‘Hajatan Betawi’ UIA 2017yang bertempat di Kampus 2 Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Jakarta berlangsung Sabtu dan Minggu (11 & 12 Nopember). Bahkan ke depannya diharapkan bisa menjadi agenda tahunan.

“Di tahun 2017 ini memang untuk yang pertama kali. Banyak kegiatan diadakan yang esensinya bukan untuk kesenangan saja, tapi ada unsur edukasinya. Sebab, berbagai macam kebudayaan Betawi dipamerkan di acara ini,” kata Dailami Firdaus selaku Ketua Penanggung Jawab ‘Hajatan Betawi’ UIA 2017.

Ditambahkan anggota DPD RI Perwakilan DKI Jakarta, kegiatan yang diadakan bukan sekadar pameran. Ada pula seminar atau diskusi mengenai beberapa unsur kebudayaan Betawi.

“Jadi, bukan hanya sekadar pameran saja. Ada pula diskusi tentang arsitektur Betawi. Termasuk penjelasan apa yang dimaksud dengan Mushaf Alquran Betawi,” tegas Dailami Firdaus, Sabtu (11/11) di acara pembukaan.Dalam pandangannya melalui acara tersebut, diharapkan bisa mewujudkan kemaslahatan bagi seluruh warga Jakarta. “Bukan cuma orang Betawi, tetapi juga seluruh penduduk di Ibu Kota Negara Indonesia ini,” tuturnya.

Kendati baru pertama kali diadakan, Dailami Firdaus sangat berharap bahwa kegiatan ini nanti dapat dijadikan sebagai agenda tahunan UIA. “Mudah-mudahan, gelar budaya Hajatan Betawi ini, akan jauh lebih sukses ke depannya. Setelah selesai, kami juga akan melakukan evaluasi,” terangnya.

Sementara itu Bang Aden selaku pembawa acara, menjelaskan bahwa gelar budaya ‘Hajatan Betawi’ dibuka dengan bunyi atau suara petasan. Hal itu bisa dimaknai karena suara petasan tersebut memiliki nilai budaya dan ada dalam sejarah Betawi.

“Itu menggambarkan di jaman dulu, kagak ada sound system. Nah, suara petasan bisa menjadi ciri khas, kalau orang Betawi lagi punya hajatan,” terang Bang Aden lagi.

Sejumlah tokoh-tokoh Kebudayaan Betawi dan BKMT Jabodetabek, ikut hadir dalam acara tersebut. Sedangkan di sisi belakang panggung, juga digelar bazar yang diikuti oleh warga-warga Jakarta. Barang yang di jual pun berupa kuliner khas Betawi seperti bir pletok, kerak telor dan toge goreng. Termasuk ada pula yang berjualan pakaian- dan pernak-pernik khas Betawi.

Pada penutupan Minggu (12/11) besok, diharapkan seluruh warga asli Betawi dan masyarakat DKI Jakarta umumnya, bisa menyaksikan perhelatan budaya berupa ‘Hajatan Betawi‘. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, direncanakan bakal menutup acara tersebut. ■ Red/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here