Berpihak kepada Rakyat Kecil, SENATOR DAILAMI FIRDAUS Dukung Gubernur DKI

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Perbincangan ramai terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta di media sosial (Medsos), tak luput dari perhatian Senator Dailami Firdaus. Terlebih isinya sangat menggelitik dan membangkitkan nurani kita semua. 

“Tanah negara dipakai buat mall, kita semua diem! Tanah negara dipakai buat gedung-gedung besar, kita diem! Kenapa tanah negara dipakai untuk rakyat kecil, malah ramai. Kita semua berpihak pada siapa sih?”

“Karena itulah saya sebagai Senator dari Jakarta, sangat setuju dan mendukung secara penuh, apa yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta. Kita mau dan harus berpihak pada rakyat kecil,” tegas anggota DPD RI/MPR RI  kepada POSBERITAKOTA, Jumat (5/1).

Menurut Bang Dailami, panggilan akrab Prof Dr Dailami Firdaus, sikap Gubernur Anies Baswedan perihal pemanfaatan aset Pemda DKI yang begitu besar untuk dimafaatkan seluas-luasnya bagi rakyat kecil, itu jelas bentuk kongkrit (nyata-red) keberpihakan Gubernur untuk rakyat Jakarta.

“Sebab, selama ini rakyat kecil sudah banyak menderita! Kita cari solusi meningkatkan kesejahteraan mereka dengan berpikir pola Out of the Box!” Begitu tutur anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal DKI Jakarta tersebut.

Dalam pandangannya, selama ini rakyat kecil seperti terpinggirkan dan hanya selalu menjadi obyek saja bagi pemangku kepentingan. “Makanya, perwujudan memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat DKI Jakarta untuk mendapatkan hak yang sama dalam memanfaatkan aset Pemerintah Daerah adalah sebuah kebijakan yang sangat baik.

“Namun, tentunya semua itu ada aturannya, agar semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dan memberikan hasil yang baik pula,” tegas Bang Dailami lagi.

Kesimpulan dari itu semua, papar dia lebih lanjut, sikap tersebut adalah bentuk nyata seorang pemimpin untuk menjadikan warga Jakarta memiliki hak yang sama satu sama lain dan tidak terjadi diskriminasi antara si kaya dan si miskin.

“Demi meminimalisir ketimpangan sosial dan menghilangkan sekat pembatas antara si kaya dan si miskin, sebagaimana slogan Gubernur Anies Baswedan saat kampanye dulu, yakni Maju Kotanya dan Bahagia Warganya,” tutup Bang Dailami. □ Red/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here