Polusi Jakarta Terburuk di Dunia, WAGUB SANDI Dukung Penggunaan BBG

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan polusi udara di Ibukota ini merupakan yang terburuk dibanding kota dunia lainnya. Jakarta yang sebelumnya menduduki peringkat keempat di bawah Beijing, Hongkong, dan Kolkata (India) kini menanjak pada peringkat teratas.

“Ini sungguh memprihatinkan karena indek polusi udara Jakarta sudah menduduki peringkat pertama alias terburuk di dunia,” ujar Sandiaga saat menghadiri acara peluncuran Jack-Up di SPBG Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Utara, Rabu (17/5). 

Karenanya, Sandiaga sangat mendukung upaya PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) selaku anak perusahaan PT Jakpro meluncurkan program Jack-up yang bertujuan mengarahkan kendaraan angkutan umum beralih menggunakan bahan bakar gas (BBG). ​Dengan banyaknya kendaraan beralih menggunakan BBG, maka selain menghemat biaya bahan bakar sampai 40 persen dibanding BBM, juga mendukung penurunan polusi udara.  “Karena itu pula, Pemprov DKI akan memperbanyak program yang ramah lingkungan, mendukun pemakaian BBG dan Pro Langit Biru,” tambahnya pada acara yang dihadiri ratusan undangan, termasuk Dirut PT JUP, Chairil Hakim. 

Chairul menambahkan pogram inovasi Jack-up merupakan singkatan dari JakproGas Converter Kit Utilization Program. Kehadiran program ini, dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyukseskan program langit biru melalui konversi BBM ke BBG.

“Dan, program ini sangat diminati oleh konsumen khususnya sektor transrpotasi umum. Mereka
merasakan hematnya. Harga gas per liternya cuma Rp 4.600, jauh lebih murah dibanding BBM premium, apalagi pertalite,” ungkapnya.​Mempertimbangkan harga konverter kit yang cukup mahal, namun demi mendukung program pemerintah, lanjut Chairul Hakim, maka PT JUP membantu sopir angkutan umum memiliki conventer kit dengan pembayaran ringan. 

“Tabung gas untuk mobil yang harganya sekitar Rp 18 juta, diberikan kepada sopir angkutan tanpa bayar uang muka alias DP nol rupiah. Konsumen membayar cicilan saat mengisi BBG sebesar Rp 1.500/liter. Harga BBG sebenarnya cuma Rp 3.100 namun setelah ditambah cicilan Rp 1.500, jadi Rp 4.600,” papar Chairil. 

Sejak program pembagian onventer kit ini dimulai sekitar 3 bulan yang lalu, sekarang sudah 200-an kendaraan yang ikut program meliputi mobil Angkot dan taksi. “Kami targetkan tahun ini bisa menembus 1.000 kendaraan yang menggunakan konverter kit melalui program Jack-up,” ujarnya sambil menambahkan Jakarta sudah terdapat 27 SPBG, di antaranya 21 unit SPBG rinciannya 9 unit milik PT Pertamina, 7 unit milik JakproGas, 4 unit SPBG milik PGN serta 1 unit milik swasta. Sedangkan SPBG yang tidak beroperasi atau tutup sebanyak 6 unit. ■ RED/JOKO


 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here