Bukber DPD Gerindra DKI, RATUSAN BACALEG Diminta Menangkan Prabowo jadi Presiden

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Bakal calon legislatif (Bacaleg) Gerindra DKI Jakarta diminta untuk menjaga komitmen memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden pada Pemilu 2019. Minimal mereka bisa meraup suara 60 persen di tiap daerah pilihan (Dapil) sehingga selain memenangkan Prabowo, juga sukses mengantarkan diri melenggang ke kursi DPRD DKI periode 2019-2024.

“Jadi untuk memenangkan Pak Prabowo sekaligus diri sendiri, masing-masing Caleg harus bisa menguasai 60 persen suara. Itu teorinya,” ujar Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik pada acara buka bersama dengan ratusan Bacaleg Gerindra di Gedung The Kemuning, Jl Amir Hamzah, Menteng, Jakpus, Sabtu (19/5).

“Untuk berjuang memenangkan suara tersebut, kita tidak bisa berleha-leha, tetapi harus bekerja keras menjalin jaringan dukungan di Dapil masing – masing,” tandas Taufik pada acara yang dihadiri sejumlah pimpinan partai, termasuk Aryo Djojohadikusumo.

Aryo menambahkan para bacaleg yang nantinya lolos seleksi dari Panitia Penjaringan Gerindra, jangan pelit-pelit untuk melakukan kampanye maupun pendekatan konstituen.

“Dulu, waktu saya maju Caleg pada Pemilihan Legislatif periode 2014-2019, dana kampanye yamg saya laporkan ke KPU sebesar Rp 8,6 miliar. Itu merupakan peringkat keempat terbesar di kalangan caleg,” ujar Aryo, anggota Fraksi Gerindra DPR RI.

Baca Juga:  Terkumpul Rp 31,7 Miliar, BPN PRABOWO-SANDI Setor Dana Kampanye Lagi

Dengan uang sebanyak itu, berarti saat berkampanye dia menghabiskan sedikitnya Rp 150 juta/hari. “Meski dana sudah lumayan besar, tapi jumlah bendera kita masih kalah dengan ‘toko sebelah’. Artinya mereka menggelontorkan uang lebih banyak dari kami,” papar politico miss yang juga merupakan keponakan Prabowo Subianto.

“Saya pengin pada Pemilu nanti, Capres kita tidak malu oleh toko sebelah yang jumlah bendera dan massa jauh lebih banyak. Kita harus all out untuk memeriahkan Pemilu dengan menarik simpati masyarakat sebesar-besarnya,” harap Aryo.

Menurutnya uang memang bukan segalanya, karena ada sejumlah Caleg bermodal di bawah Rp 1 miliar bisa lolos dan melenggang ke gedung Senayan. Tapi hanya orang-orang tertentu yang mendapat keajaiban seperti ini, karena semua kegiatan kampanye sangat erat kaitannya dengan uang, bukan berarti politik uang.

“Saya juga akan minta akun para Bacaleg, semuanya akan saya periksa, akan ketahuan mana yang punya jaringan. Selain itu dukungan wajib minimal 1.000 KTP harus disertai nomor telepon. Kalau ternyata fiktif, langsung dicoret dari daftar Bacaleg. Ingat, maju caleg bukan mengandalkan untung-untungan atau adu nasib, tapi kerja keras menarik simpati masyarakat,” tandasnya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan