Bermaksud Ingin Bubarkan Tawuran, RIYANTO Malah Tewas Dikeroyok

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □
Seorang karyawan tewas dikeroyok sekelompok remaja ketika akan membubarkan tawuran di Jalan Cempaka RT09/ 04 Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.

Riyanto (20) yang mengalami luka di bagian tubuhnya, akhirnya meninggal dunia, meski sempat dilarikan ke RSUD Cengkareng, Jakarta. Maut pun menjemput, saat dalam perawatan dokter di rumahsakit tersebut.

Anggota Reskrim Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, beberapa jam kemudian meringkus tiga remaja diduga terlibat pengeroyokan tersebut. Mereka yang hingga Minggu (10/6) malam masih dalam pemeriksaan bernama Candra Virnanda (17), Tegar Pribadi, (17) dan Ucok (16). Ketiga pelaku ditangkap di Malimping, Banten dan di Pasar Timbul Kapuk, Cengkareng.

Menurut keterangan, peristiwanya terjadi Sabtu (9/6) dinihari. Berawal dari tawuran dua kelompok warga Kampung Pabrik Gelas dengan Kampung Persaki Duri Kosambi, Jakarta Barat, yang bentrok dengan warga Kampung Bedeng Cengkareng Timur. Kejadiannya di depan Sekolah Strada Cengkareng Timur.

Namun ketika terjadi tawuran yang belum diketahui sebabnya itu, tiba-tiba muncul Riyanto yang mencoba menenangkan situasi keributan tersebut.

Baca Juga:  Siap Amankan Bulan Puasa, KAPOLSEK TAMBORA Kukuhkan Tim Pemburu Preman

Tetapi nahas saat Riyanto maju mendamaikan mereka malah dikeroyok hingga ambruk dengan luka sabetan senjata tajam. Polisi yang sedang berpatroli segera turun membubarkan. Dipastikan tidak ada korban lain.

Kapolsek Cengkareng, Jakarta Barat, Kompol H Khoiri SH MH yang mendapatkan informasi siapa-siapa yang terlibat pengeroyokan, memerintahkan anggotanya untuk memburu para pelaku. Sementara korban yang juga terkena lemparan batum, ditolong warga dengan dibawa ke RSUD Cengkareng. Namun sayangnya, pada Sabtu petang, Riyanto yang sedang diberikan perawatan dokter menghembuskan nafasnya yang terakhir.

“Hasil kerja keras anggota kami, dua pelaku dibekuk di Malimping, Banten dan seorang lagi ditangkap di Cengkareng. Sementara hasil pengakuan para tersangka, ada pelaku lainnya masih dalam pengembangan,” ujar Khoiri yang menyatakan pihaknya tidak akan kompromi untuk kasus tawuran. Apalagi ada korban yang meninggal dunia. Kasus itu jika berkasnya sudah selesai, bakal langsung diserahkan ke penuntut umum.

Sementara itu ketiga tersangka sempat menangis. Mereka pun menyesali perbuatannya. Ketiga pelakunya terpaksa berlebaran di tahanan Polsek Cengkareng. □ RED/WARTO

Beri Tanggapan