Izinkan Menteri Nyaleg Tanpa Mundur, KANG TAMIL : Integritas Jokowi Dipertaruhkan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ – Ada yang menarik dalam penyerahan berkas para bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk DPR RI kemarin. Tercatat lima menteri di kabinet Presiden Joko Widodo turut maju mencalonkan diri di antaranya Menaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi Mendes Eko Sanjoyo, Menko PMK Puan Maharani, Menkumham Yasonna Laolyly, serta jubir kepresidenan Johan Budi.

Tindakan Jokowi memberi ijin para menteri maju pada Pileg 2019 menimbulkan pro dan kontra. Salah satu yang tidak setuju terhadap tindakan tersebut adalah Wapres Jusuf Kalla (JK) yang berpendapat bahwa menteri yang maju dalam Pileg agar mundur dari kabinet. Karena selama melakukan kegiatan kampanye akan menganggu kinerja di kabinet.

Melihat hal ini pengamat politik TSJ Circle, Tamil Selvan, mengatakan bahwa dengan mengijinkan menterinya maju dalam Pileg tanpa mengundurkan diri, menunjukkan Jokowi telah kehilangan integritasnya.

“Ingat, pada awal kepemimpinanya Pak Jokowi mengimbau agar para menteri di kabinetnya mundur dari jabatan partai politik untuk fokus di kementrian. Saya kira ini kontradiktif, awalnya Pak Jokowi minta agar para menteri mundur dari jabatannya di parpol guna fokus di kementrian, namun sekarang mereka boleh cuti untuk nyaleg. Saya kira ada yang keliru di sini” kata pengamat yang akrab dipanggil Kang Tamil.

Baca Juga:  Sadar Lalu Lintas, POLRES SERANG KOTA Gelar Operasi Kalimaya 2018

Menurutnya, kali ini Jokowi terlalu berpoliti atau malah tersandera oleh partai-partai politik pendukungnya. “Tidak tepat jika Pak Jokowi bicara ada posisi menteri yang strategis dan tidak. Semua posisi menteri penting dalam pembangunan bangsa, apalagi di saat ekonomi sulit seperti ini. Dan, ini juga memicu terjadinya korupsi baik kewenangan maupun anggaran. Sebab, pada kenyatannya para menteri cenderung mengunakan pengaruhnya untuk kepentingannya sebagai Caleg, ” ujar Kang Tamil

Majunya para menteri tersebut dalam kancah legislatif, mengambarkan keraguan terhadap pemerintahan Jokowi di 2019. Para menteri tersebut lebih memilih masa depannya sebagai legislator, karena pesimis nantinya masih dipakai sebagai menteri, seandainya Jokowi kembali terpilih sebagai Presiden. “Ini mengambarkan keraguan para menteri tersebut. Mereka ragu tidak akan dipakai lagi oleh Jokowi atau sebaliknya mereka ragu Jokowi akan terpilih lagi,” tandasnya.

Sebagai penutup Kang Tamil mendesak Jokowi mempertimbangkan kembali kebijakannya memberi cuti bagi menteri yang nyaleg. “Menteri nyaleg harus mundur dari jabatan. Jika hal ini tidak dilakukan, Pak Jokowi akan kehilangan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan