Kurangi Semrawut, PEMPROV DKI Bangun Titik Drop Off Ojol di Kantor Pemerintah

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah melakukan sosialisasi pembangunan titik antar jemput (drop off) penumpang ojek online (Ojol) kepada masyarakat. Diharapkan para pengelola tempat keramaian menyediakan fasilitas tersebut agar kegiatan antar-jemput penumpang tidak terlalu menimbulkan kemacetan.

Fubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pada tahap awal ini pihaknya akan memelopori pembangunan titik drop off di seluruh kantor pemerintahan di Jakarta.

“Segera kita awali pengadaan drop off di kantor milik Pemprov DKI Jakarta seperti kantor camat, lurah, dinas, sekolahan, terminal bus, stasiun KA, dan lainnya,” ujar Anies di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (24-7). Ke depan agar diikuti oleh pihak swasta pengelola tempat keramaian seperti mal, pasar, hotel dan lainnya.

Anies mengatakan seiring perkembangan teknologi digital, pengguna ojek online makin menguasai pasar dan mengalahkan ojek pangkalan. “Karena layanan ojek online lebih bagus dibanding pangkalan. Selain cepat datang juga ongkosnya lebih murah,” papar Anies.

Baca Juga:  Periode 2018-2020, BPK Kembali Ditunjuk Sebagai Independent External Auditor IACA

Gubernur DKI Jakarta juga menambahkan seiring meningkatnya operasional ojek online, dampaknya adalah menimbulkan kesemrawutan dan kemacetan. “Karena sesama pengemudi ojek saling berebut saat menjemput maupun menurunkan penumpang,” sambungnya.

Berdasarkan laporan dari Dishub DKI, kata Anies, sudah ada sekitar 90 titik yang sudah siap dibangun. “Untuk tahap awal ini kami akan membangun di 90 lokasi kantor pemerintahan dan pasar,” kata Anies sambil mengharapkan program ini agar diikuti kantor Pemerintah Pusat. “Dengan adanya titik drop off, kegiatan antar jemput penumpang menjadi lebih teratur,” pungkasnya.

Soleh, salah satu tukang ojek online mengaku senang terhadap program tersebut. “Biar lebih tertib,” ujar pria warga Cilincing, Jakarta Utara. Selama ini para pengojek seenaknya menaik-turunkan penumpang di sembarang tempat sehingga semrawut. “Selain itu kesemrawutan itu menyulitkan kami saat menunggu calon penumpang. Kalau ada titik drop off menjadi lebih mudah,” pungkasnya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan