Ekonomi Bangsa Terpuruk, FUAD BAWAZIER Tuding Pemerintah Bikin Pencitraan Palsu

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Kondisi ekonomi mikro bangsa ini sangat memprihatinkan karena harga sembako dan kebutuhan hidup sehari-hari terus merangkak naik. Sedangkan pemerintah terkesan justru membangun pencitraan palsu yang seolah-olah masyarakat dalam keadaan baik-baik saja, padahal banyak yang sekarat secara ekonomi.

Hal itu disampaikan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier saat menjadi narasumber pada diskusi publik yang digelar di kantor Sekretariat Bersama (Sekber) GERINDRA-PKS-PAN di The Kemuning, Jl Amir Hamzah, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Rabu (1/7) malam.

Ia meminta pemerintahan Jokowi tidak terjebak dalam pencitraan dan segera memperbaiki sistem ekonomi untuk meringankan beban masyarakat dari beban utang negara dan melemahnya rupiah terhadap mata uang asing.

Menurutnya, pemerintah saat ini sok gagah-gagahan membangun infrastruktur di sana-sini, seolah banyak duit. “Padahal, itu dibangun pakai duit utang luar negeri yang terlalu besar, sehingga berpotensi mengganggu ekonomi makro kita,” kritik Fuad, ahli ekonomi yang bergelar profesor doktor.

Menurut Fuad bahwa negara manapun yang punya utang terlalu besar, bukan hanya akan membebani pemerintah saat ini. “Tapi juga untuk pemerintahan di masa datang,” sambung Fuad di hadapan ratusan undangan diskusi raboan yang rutin digelar Sekber Indonesia tiap Rabu.

Baca Juga:  MoU dengan YPRI, SISWA DKI Dibekali Ilmu Robotic di Ekstrakurikuler

Fuad menyebut utang negara yang dilakukan pemerintah saat ini jumlahnya terlalu besar. “Kalau dihitung rata-rata per hari, kita berutang Rp 1,5 triliun, termasuk hari libur Sabtu dan Minggu,” papar Fuad pada acara diskusi berjudul ‘Utang Numpuk, Kerja Susah, Ekokomi ke Depan?’.

Dalam kesempatan itu, Fuad juga menyinggung ucapan salah satu cendekiawan yang menilai Presiden RI yang mampu mengendalikan ekonomi terbaik adalah Soeharto, sedangkan terburuk Jokowi.

Sebelumnya Ketua Sekber Indonesia, Mohammad Taufik, menyatakan gelaran diskusi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan negara salah.

“Oleh karena itu, kita mengajak masyarakat untuk mengganti presiden pada Pileg 2019. Kami telah menyiapkan calon presiden yang lebih baik yakni Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Prabowo Subiyanto,” tegas Taufik yang juga wakil ketua DPRD DKI Jakarta. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan