Rayakan HUT ke-3, KOPASHARI Bermanfaat Bagi PKL & Pemulung Pasar Minggu

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Juragan kardus di Pasar Minggu, Musta’in, bersyukur bahwa keberadaan Koperasi Pemuda Setia Hati Republik Indonesia (KOPASHRI), bermanfaat bagi orang banyak. Selain bisa menjadi andalan untuk pinjam modal usaha, koperasi yang beranggotakan kalangan pemulung dan pedagang kaki lima (PKL) tersebut dikelola serius sehingga mendatangkan untung bagi koperasi itu sendiri.

Musta’in yang akrab dipanggil Mastain bersyukur koperasi yang diawali dari kecil-kecilan sudah makin besar di usia tahun ketiga. “Alhamdulillah, KOPASHRI baru saja merayakan HUT ke-3, dihadiri segenap pengurus dan anggota,” ujar Mastain selaku Ketua KOPASHRI di Jakarta, Rabu (29/8).

Perayaan HUT berlangsung di kantor koperasi Jalan Taman Margasatwa, Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akhir pekan kemarin itu, dimulai sore hari pukul 15.00 WIB. Guswito sebagai pembawa acara memandu refleksi perjalanan KOPASHRI, dari awal berdirinya pada 17 Agustus 2015.

“Alhamdulillah, di usia yang ketiga ini, KOPASHRI mendapatkan tempat di hati para pedagang pasar dan pemulung di Pasar Minggu. Semoga ke depannya sukses dengan program terbarunya,” ucap Mastain.

Menurutnya tantangan makin berat, seiring dengan berkembangnya dunia digital. “Saya berharap, semua tantangan dapat dijawab dengan soliditas di internal pengurus maupun anggota,” kata Mastain.

Perayaan HUT bertema ‘Memantapkan Soliditas dan Solidaritas KOPASHRI Sebagai Koperasi Yang Sejahtera dan Bermartabat’. Sedangkan Mastain adalah mantan pemulung yang sukses menjadi pengusaha limbah di Pasar Minggu dikenal sebagai juragan kardus atau barang bekas.

Pada kesempatan itu, Sunoto selaku bendahara memberikan laporan aset selama 3 tahun. “Dari tahun ke tahun keuntungan koperasi meningkat 5 %, untuk ke depan harus naik 30 persen,” harapnya Sunoto.

Penasihat Sugeng menambahkan bahwa kita harus bangga mempunyai sosok seorang pemimpin seperti Mastain, karena di sela kesibukannya sebagai pengusaha limbah, masih menyempatkan diri untuk membina dan peduli terhadap koperasi. “Koperasi adalah soko guru perekonomian bangsa,” paparnya.

Sedangkan Lamiran yang juga penasihat memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja para pengurus dalam menjalankan program kerja secara efektif dan efisien. “Semoga ke depan KOPASHRI bisa membuka cabang di Jabodetabek,” pungkas Lamiran.

Puncak perayaan ditandai dengan syukuran pemotongan nasi tumpeng. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Mastain yang merupakan pendiri sekaligus ketua KOPASHRI. Selanjutnya acara ditutup dengan makan bersama dan doa. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here