Luruskan Berita Fitnah, TIM PENERBIT Buku Betawi Minta Wartawan Objektif

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Ketua Tim Penerbit Muhammad Rizal ingin meluruskan pemberitaan sejumlah media yang bersifat fitnah terhadap Tim Penerbit Buku Tokoh dan Pemuka Masyarakat Betawi. Dia juga mengharapkan wartawan mestinya melakukan klarifikasi agar pemberitaan menjadi berimbang.

Rizal menuturkan lebih jauh, sedikitnya ada dua media massa yang menyudutkan pihaknya.
Rizal juga memperlihatkan dua kliping berita terbitan tanggal 7 Oktober 2018 tersebut dinilai tendesius menyerang dan memfitnah serta subjektif.

“Dalam pemberitaan tersebut, diinformasikan bahwa rencana penerbitan Buku Profil Tokoh dan Pemuka Masyarakat Betawi adalah semacam penggalangan dana pada perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah DKI Jakarta,” ujar Rizal, Kamis (11/10).

Padahal sangat jelas ditulis dalam proposal tersebut ditujukan untuk sponsorship. “Artinya, jika perusahaan berminat memasang iklan dalam penerbitan dipersilakan. Dan harus digarisbawahi bahwa itu
bukan permohonan partisipasi dana. Melainkan sebuah komunikasi bisnis,” tandas Rizal.

Seterusnya, Rizal menjelaskan bahwa lampiran sambutan Gubernur DKI dalam proposal juga sudah melalui proses dan mekanisme yang berlaku. Sangat wajar melampirkan sambutan Gubernur.

“Pengajuan permohonan sambutan dikirimkan ke Pemrov DKI Jakarta pada tanggal 7 Juli 2018, terdaftar di Agenda TU Gub P 853 dan Agenda Biro Umum 001319. Silahkan dikonfirmasi bagi pihak-pihak yang meragukan keabsahan sambutan tersebut. Tidak ada unsur pemalsuan apapun pada sambutan tersebut,” bebernya menyangkal berita tersebut.

Rizal juga memperlihatkan contoh-contoh proposal dengan lampiran sambutan yang lain. Bahkan ada yang dari menteri. Dalam dunia penerbitan, memperbanyak atau kodifikasi rekomendasi atau sambutan dan melampirkan dalam proposal sudah menjadi suatu kelaziman. Dia menegaskan bahwa berita fitnah tersebut tidak akan menyurutkan niat tim untuk menerbitkan buku tersebut.

“Bagaimanapun penerbitan buku profil itu harus sukses. Sebuah amanat adalah sebuah tanggung-jawab yang harus ditunaikan,” ujar Rizal lagi. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here