Demo di KPK, MASSA AL KHITAM Ingatkan KPK-Polri Waspadai Adu Domba

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Ratusan massa dari Aksi Aliansi Kader Hijau Hitam (Al-Khitam), menggelar unjuk rasa di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam aksinya, mereka meminta agar komisi antirasuah tersebut tidak terjebak pada upaya pihak tertentu untuk membenturkan KPK dan institusi Polri jelang Pemilu 2019.

Kordinator lapangan Furqan menyerukan agar pimpinan kedua lembaga pemerintah jangan mau dimanfaatkan pihak tertentu. “KPK dan Kepolisian jangan mau diadu domba oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya di depan gedung KPK kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/10).

Hal ini merujuk pada informasi keterlibatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam kasus korupsi Basuki Hariman yang belakangan mendadak ramai di media sosial. Dia mengatakan, bahwa skandal perusakan buku merah yang diduga berisi daftar penerima suap itu merupakan upaya orang-orang yang berkepentingan dan kelompok yang tidak searah dan sepemikiran Kapolri.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa ini adalah usaha-usaha untuk membenturkan KPK dan Kapolri,” tegas Furqan.

Dia menilai bahwa saat ini kasus tersebut sengaja digoreng oleh orang yang berkepentingan dan khususnya orang-orang yang tidak menghendaki Polri dan KPK akur dalam penegakan hukum di Tanah Air. “Kami menolak usaha-usaha propaganda membenturkan KPK dan Kapolri yang dimainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Karenanya, Furqan meminta agar kedua institusi itu menjaga agar keamanan dan kedamaian kedua lembaga tersebut dijaga.
“KPK dan Polri harus kita dukung bersama-sama agar fokus terhadap kasus-kasus yang sedang ditanganinya sehingga kasus-kasus tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menyerukan SAVE KPK dan SAVE POLRI,” teriak Furqan di hadapan massa.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga berharap penegak hukum jika hasil laporan Indonesia Leaks ini tidak mampu dibuktikan maka orang-orang yang menyebarkan informasi tersebut untuk diproses hukum. “Kami menganggap, jika laporan Indonesia Leaks ini ternyata tidak benar sama halnya laporan itu adalah suatu kebohongan yang diciptakan untuk memperkeruh suasana menjelang Pilpres 2019,” tutup Furqan. □ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here