Di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, 500 GURU NGAJI Deklarasi Dukung Pasangan No 2

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno menegaskan kalau diriny bersama Capres Prabowo Subianto siap membenahi Bangsa Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang. Berbagai upaya yang dilakukan antara lain mengatasi ketimpangan kaya dan miskin, menstabilkan harga sembako, penciptaan lapangan kerja dan berbagai upaya kesejahteraan lainnya.

Sandi mengajak masyarakat untuk berpikir jernih dalam menyikapi berbagai masalah yang membelit negeri ini. “Kita harus bersatu padu untuk mengatasi berbagai masalah secara bersama,” ujar Sandi saat menyambut ratusan guru ngaji yang datang di kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Pemenangan Prabowo-Sandiaga di Jl Hos Cokro Aminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).

Ikatan Guru Ngaji Indonesia (IGNI) DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga. Deklarasi tersebut diikuti sekitar 500 anggota IGNI yang berasal dari berbagai penjuru Ibukota.

Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) DKI, Mohamad Taufik, menyampaikan apresiasi atas dukungan IGNI Ibukota. Apalagi, mereka merupakan garda terdepan dalam membina mental bangsa, khususnya generasi muda. “Sudah tepat ajari anak-anak kita untuk paham Alquran, karena dasar dari situ supaya jangan salah. Karena itu, sebagai pahlawan, saya ingin sampaikan terima kasih atas semangat dan dan mari kita terus galang persatuan dan kesatuan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Taufik jug berharap kepada IGNI yang mayoritas anggotanya ibu-ibu untuk turut mengawal proses pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS), pada 17 April 2019, selain menyosialisasikan Prabowo-Sandi. Sebab, TPS merupakan salah satu titik rawan kecurangan saat pesta demokrasi.

“Setelah ajak masyarakat untuk memilih Pak Prabowo dan Pak Sandi, kita jagain suaranya supaya enggak sia-sia. Bisa, ya?. Kalau ibu-ibu yang jaga, yang mau curi juga takut sama emak-emak,” sambung Ketua DPD Gerindra DKI.

Agar pengawalan proses pencoblosan optimal, Taufik pun menyarankan ibu-ibu masak untuk keluarganya pada sore hari, usai TPS tutup. Bahkan, masak untuk sarapan pada malam sebelumnya. “Kasih tahu suaminya, ini namanya jihad politik supaya bangsa berubah. Siapa yang ubah? Emak-emak. Jadi, 2019 jihad politiknya emak-emak,” tandas Wakil Ketua DPRD DKI itu. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here