PosBeritaKota.com
Megapolitan

Setahun Kinerja Anies, FRAKSI PDIP Nilai Wajah Ibukota Makin Semrawut

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Wajah Ibukota belakangan ini bertambah semrawut, terutama sejak terjadi pergantian jabatan Gubernur DKI Jakarta dari Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok ke Anies Baswedan. Fasilitas sarana umum seperti badan jalan, trotoar, sungai, taman dan tempat keramaian lainnya pada carut-marut dan kotor.

Fraksi PDIP DPRD DKI menyikapi setahun kinerja Gubernur Anies Baswedan memimpin Jakarta. Dalam penilaian yang dilakukan Fraksi PDIP menyebut Anies tidak mencapai sasaran. Setidaknya, tercatat ada enam program atau kebijakan yang gagal antara lain target program OK OCE, OK Otrip.

“Tidak adanya rumah susun untuk warga miskin alias program hunian DP 0 Rupiah, program naturalisasi sungai, operasional becak dan pelayanan publik yang masih banyak mendapat keluhan,” ujar Ketua Dewan Pembina Fraksi PDIP, Prasetio Edi Marsudi di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/10).

Menurutnya, maraknya becak di banyak kawasan di Jakarta juga turut memperburuk wajah Jakarta. “Saya sering mengkritik soal becak, tapi malah dibalikin bahwa dituding tidak move on. Aneh,” kata Prasetio yang juga ketua DPRD DKI Jakarta.

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menambahkan, menyangkut OK OCE yang digagas Anies-Sandi gagal memenuhi target dengan 200 ribu pengusaha baru, tiap tahun 40 ribu menciptakan wira usaha baru. “Kenyataannya, calon pengusaha yang terdaftar saat ini sebanyak 54 ribu namun yang bisa menjalankan usahanya cuma sekitar 2.000 sehingga tidak sampai lima persen dari target,” jelas Gembong.

Sementara itu Seketaris Fraksi PDIP, Dwi Rio Sambodo, mengatakan, program Ok Otrip juga mengalami hal sama dari target 2.000 angkutan, tapi baru bergabung sekitar 300-an peserta. Sama halnya dengan rumah bagi warga, fraksi PDIP menganggap Program Rumah DP 0 Rupiah bukan untuk warga miskin. “Rumah DP 0 jelas bukan untuk warga miskin, tapi untuk kelas ekonomi di atasnya,” ungkap Rio.

Selain itu pogram naturalisasi sungai juga dinilai sekadar membuang program andalan gubernur sebelumnya yakni normalisasi sungai. “Program naturalisasi sangat tidak masuk akal, karena sebagai upaya mengembalikan kondisi sungai seperti dahulu, sealami mungkin. Mana mungkin bisa diterapkan di zaman sekarang, di mana kawasan dekat sungai sebagian besar milik warga dan sudah berdiri bangunan,” tambah Rio.

Mestinya Anies tak perlu malu melanjutkan program bagus dari pemimpin sebelumnya. “Kesannya justru lebih bagus,” pungkasnya. ■ RED/JOKO

Related posts

Cek Dampak Demo Pemilu, ANIES Tinjau Lokasi Bekas Kerusuhan di Petamburan

Redaksi Posberitakota

Bikin Heboh di Masyarakat dan Dunia Maya, AHOK Bakal Persunting Polwan Cantik

Redaksi Posberitakota

Massa Aksi 313 Dilokalisir di Patung Kuda, Tak Bisa Tembus ke Istana Negara

Redaksi Posberitakota

4 comments

Laras Rachel 15 October 2018 - 20:09 at 20:09

nggk ada yg beres,, ptoyek OK OC nya aja mangkrakk, entah kemana

Reply
syahroel 15 October 2018 - 22:01 at 22:01

kita melihat kondisi DKI makin mundur dan ketinggalan selama pergantian pemimpin. dan selama 1 tahun kinerja kepemimpinan Anies belom maksimal dan janjinya masih belom terlaksanakan.

Reply
Ifank Al Rasiq 16 October 2018 - 07:56 at 07:56

Kita hanya dibayang-bayangi oleh konsep yang terlalu melangit yang susah dibumikan, kesadaran kita ditularkan dengan ide kosong yang mustahil diwujudkan, DKI hanya bisa tabah dan pasrah dibawah kepemimpinan Anies dengan ide hampa.

Reply
Nisa Safiyaa 16 October 2018 - 08:23 at 08:23

Bukan cuma semrauutt, tapi amburaduulll

Reply

Leave a Comment