Kecemplung di Septic Tank, PEJAMBRET HP Kabur dan Ditabrak Motor

BOGOR (POSBERITAKOTA) ■ Pelaku penjambretan handpone (HP) di jalan satu ini bernasib sial. Sesaat menguasai hasil rampasan, ia mengambil langkah seribu. Namun dikejar warga karena mendengar teriakan korban. Merasa terdesak, pelaku pun lalu memarkir motornya di musholah.

Kemudian lari ke arah kebon.
Lantaran situasi gelap, pelaku tercebur kedalam kubangan septic tank. Karena tercium bau tak sedap, warga pun tidak mendekat. Kesempatan itu oleh pelaku dimanfaatkan untuk keluar dan kabur lagi.

Meski berlari ke jalan raya, warga kembali mengejar. Dasar apes, upaya pelaku meloloskan diri gagal, setelah tertabrak motor yang sedang melaju.
Setelah tak berdaya digunakan warga dengan melakukan pengadilan jalanan atas dirinya.

Beruntung nyawanya tertolong, setelah seorang tokoh agama tiba di lokasi dan melerai serta meredam emosi warga.
Dalam kondisi babak belur, pelaku dibawa ke Mapolsek Gunung Putri.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri, Ipda Ano Junaedi, mengatakan bahwa pelaku FD (27), langsung ditahan guna menjalani pemeriksaan. “Pelaku mengikuti korban dari belakang. Korban dipepet lalu dijambret oleh pelaku. Korban teriak dan warga ikut mengejar,” terang Ipda Ano kepada POSBERITAKOTA.COM, Kamis (18/10) kemarin.

Ditambahkannya tentang peristiwa bermula saat korban yang mengendarai motor di jalan raya dan memainkan HP.
Korban Sunah Susanti (17) yang dijambret lalu berteriak. Pelaku yang berusaha melarikan diri, terkepung. Ia lalu memutuskan meninggalkan motor yang dikendarai lalu kabur.

Namun upayanya gagal. Ia terus dikejar warga hingga tertangkap. Pengadilan jalanan pun berlaku atas dirinya. Sedang aksi pelaku berlangsung pada Rabu (17/10) sekitar pukul 21.30 WIB malam ini, menghantarkannya menuju jeruji besi.

Berdasarkan keterangan saksi Arif Kurniawan dan Andi pada saat kejadian, mereka bertiga sedang nongkrong. “Tiba-tiba ada suara perempuan minta tolong dan maling. Korban kejar dengan motor sambil terus teriak jambret. Kami langsung bantu kejar,”kata warga Kampung Pabuaran Desa Cicadas ini.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian meminta agar saat parkir kendaraan harus disertai kunci ganda dan tidak diperkenankan mengunakan handphone saat mengendarai motor di jalan yang dapat memancing pelaku melancarkan aksinya. ■ RED/YMD/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here