Bahas Sampah & Hibah, WALIKOTA BEKASI Temui Anies di Balaikota DKI

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Setelah sempat bersitegang soal penanganan sampah, Walikota Bekasi Rachmat Effendi akhirnya menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di ruang kerjanya. Pertemuan ini menunjukkan tanda-tanda damai sehingga lalulalang truk sampah dari Ibukota ke TPST Bantar Gebang tidak ada penghadangan 9lagi.

Rachmat Effendi yang akrab dipanggil Pepen bersama rombongan berkunjung ke Balaikota DKI untuk membahas berbagai hal kerjasama antara Walikota Bekasi dan Pemprov DKI. Anies menyambut dengan ramah kedatangan Pepen yang sebelumnya sering mencemooh Anies soal kebijakan dana hibah sehingga berbuntut aksi pencegatan truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI pada pekan lalu.

Anies mengatakan bersyukur telah kedatangan tamu istimewa dari daerah tetangga. “Alhamdulillah, kita sudah melakukan pertemuan. Insya Allah ini awal yang baik untuk saling bersinergi dan bekerja sama memecahkan berbagai masalah,” ujar Anies di Balaikota kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/10).

Ditambahkan Anies, kalau dirinya merasa sangat senang karena Walikota Bekasi beserta jajaran bisa duduk bersama untuk mendiskusikan kemitraan yang sudah terjalin selama ini.

Dikatakan Anies dari pertemuan ini akan dilanjutkan pertemuan lainnya untuk membahas berbagai masalah. Antara lain soal dana hibah, kemacetan, banjir, pembangunan infrastruktur, lalulintas truk sampah, pengelolaan TPST Bantar Gebang dan lainnya.

“Pada saatnya nanti kami yang akan membalas kunjungan untuk bersilaturahni menemui Pak Pepen. Ini bukan sekadar kerjasama, tapi menjadi bagian persaudaraan kita semua,” terangnya.

Sementara itu Pepen menuturkan bahwa pertemuan dengan Anies tetap terfokus terhadap sinergitas yang dibangun hingga kerjasama terkait pengelola sampah di TPST Bantar Gebang.

“Alhamdulillah, saya sudah bisa bertemu dengan Pak Gubernur dan kapan saja kita bisa berkomunikasi,” ucap Pepen yang sebelumnya menyebut kinerja gubernur lebih baik dari Anies.

Pepen juga mengatakan bahwa Kota Bekasi menunggu dana hibah dari DKI tahun 2018 yang jumlahnya lebih dari Rp 2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk program pengendalian banjir dan macet. Termasuk membangun jembatan agar nantinya armada truk sampah bisa melintas tanpa banyak mengganggu arus lalulintas jalan raya.

Pepen juga menegaskan kalau pihaknya menunggu kunjungan balasan dari Anies untuk sama-sama menunjukkan itikad baik mengatasi permasalahan pada dua daerah yang bersebelahan tersebut. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here