Siap Operasi Maret 2019, 4 RANGKAIAN Kereta MRT Tiba di Jakarta

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Empat rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) produk Jepang sudah tiba di Jakarta. Saat ini kereta tersebut sedang dalam proses pemindahan dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Depo MRT Jakarta di Lebak Bulus.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan untuk pengangkutan dari Tanjung Priok ke Lebak Bulus butuh waktu sekitar delapan hari. “Empat rangkaian kereta yang masing-masing terdiri dari enam gerbong sudah tiba di Tanjung Priok pada Sabtu kemarin. Dan, esok harinya langsung dilakukan proses pemindahan ke Depo Lebak Bulus yang diperkirakan akan selesai tanggal 27 Agustus ini,” ujar William di Jakarta, Senin (20/8).

Dengan begitu total rangkaian kereta yang sudah tiba di Jakarta mencapai enam rangkaian. Total gerbong sebanyak 36 unit. Sedangkan 10 rangkaian kereta lagi yang terdiri dari 60 gerbong kereta masih berada di Jepang untuk segera dikirimkan ke Jakarta.

“Jadi, total rangkaian kereta MRT yang dibuat Nippon Sharyo LTd ada sebanyak 16 rangkaian kereta atau 96 gerbong kereta,” kata William sambil menambahkan untuk pengiriman lewat jalur laut dari Jepang butuh waktu sekitar 14 hari.

Baca Juga:  Jelang Asian Games, GUBERNUR ANIES Menata Pedestrian Protokol Supaya Kinclong

Dijelaskannya, empat rangkaian kereta MRT Jakarta menambah jumlah dua rangkaian kereta MRT yang sudah tiba lebih dulu dan kini sedang dalam uji coba System Acceptance Test (SAT). Untuk fase 1 MRT Jakarta (Lebak Bulus – Bundaran HI), pihaknya akan menggunakan 16 rangkaian kereta. Sebanyak 14 rangkaian dioperasikan untuk transportasi publik pada Maret 2019. Sedangkan dua rangkaian kereta menjadi cadangan.

“Bila ada kereta rusak atau sedang dalam perawatan, maka dua rangkaian tersebut bisa langsung dioperasikan agar tidak mengganggu layanan transportasi publik,” jelasnya.

Menurutnya masih ada 10 rangkaian kereta lagi yang akan dikirimkan. Secara bertahap, rangkaian-rangkaian kereta akan terus dikirimkan ke Jakarta hingga memenuhi jumlah tersebut dengan jadwal pengiriman rangkaian kereta terakhir pada November 2018. William optimis bahwa pekerjaan megaproyek ini berjalan sesuai target. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan