Peserta Dokter Anestesi dari Daerah, RSUD Tarakan Gelar Workshop Nyeri Kronis

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, menggelar Workshop Fellowship of Interventional Pain Management (FIPM). Kegiatan yang dikuti para dokter spesialis anestesi dari berbagai daerah di Indonesia tersebut berlangsung di RSUD Tarakan, Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Tarakan, Dian Ekowati menuturkan, sejauh ini belum banyak rumah sakit atau dokter yang secara khusus menangani masalah manajemen nyeri (pain management) sebagai sebuah alternatif pengobatan. Padahal, kasus keluhan nyeri kronis dan menahun terbilang makin banyak.

“Dengan adanya klinik ini, pasien tidak perlu bingung lagi untuk berobat. Karena hampir semua rumah sakit kini memiliki pain clinik. Dokter spesialis nyeri akan selalu siap menangani keluhan pasien,” ujarnya usai kegiatan di RSUD Tarakan, Minggu (18/11).

Dokter Spesialis Anestesi RSUD Tarakan, Nur Syamsiani, menambahkan tujuan digelarnya workshop ini agar para dokter spesialis anestesi memiliki kemampuan menangani keluhan nyeri pada pasien dengan teknik intervensi langsung ke area nyeri tulang belakang.

“Kami harap melalui kegiatan ini, dapat menghasilkan lebih banyak dokter spesialis anestesi untuk penanganan nyeri kronis,” katanya.

Menurutnya, sebagai rumah sakit pendidikan dengan predikat A sejak 30 Juni 2014 lalu, RSUD Tarakan merupakan satu dari dua rumah sakit yang menerima rujukan dari rumah sakit seluruh Indonesia. Terutama dalam penanganan nyeri kronis yang akan ditangani enam dokter spesialis berikut sarana peralatan medis modern.

Sekretaris Jenderal Kolegium Anastesi dan Terapy Intensif (KATI), Hamzah, menilai RSUD Tarakan layak untuk membuka dan mengembangkan pendidikan. “Rumah sakit ini memenuhi syarat untuk mengembangkan pendidikan agar lebih banyak lagi rumah sakit daerah yang bisa menangani nyeri kronis,” harapnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here