Sambut Peserta ‘Reuni 212’ di Monas, ANIES Beri Apresiasi karena Bisa Tertib & Aman

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Reuni Aksi Damai 212 yang menjaga ketertiban. Meskipun lokasi pusat perayaan yang berada di lapangan Monas dan sekitarnya dipenuhi jutaan umat muslim, namun situasinya berlangsung sangat kondusif.

Anies yang hadir menemui massa reuni mengatakan juga menyampaikan terima kasih kepada semuanya. “Terima kasih kepada semuanya, para pengunjung reuni, panitia pelaksana reuni, aparat gabungan, dan lainnya yang berkomitmen menjaga ketertiban dan kenyamanan,” ujar Anies di atas podium yang berlokasi di taman Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (2/12).

Tak lupa, Anies pun dengan mengatasnamakan Pemprov DKI, mengucapkan selamat datang kepada semua peserta reuni yang berasal dari berbagai daerah.

Pada kesempatan tersebut, Anies juga mengucapkan selamat merayakan reuni aksi damai di taman Monas. “Oleh leluhur kita, Monas ini memang dirancang sebagai tempat berkumpulnya rakyat. Siapapun berhak datang ke sini tapi tentunya juga wajib menjaga keamanan dan ketertiban masing-masing,” ujar Anies di atas panggung bersama sejumlah pemuka agama, tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan.

Anies menambahkan bahwa taman Monas yang luas ini dibangun oleh para pendahulu untuk bertemunya berbagai elemen masyarakat. “Monas pertama kalinya dijadikan ajang pertemuan rakyat pada September 1945 atau satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,” urai Anies sambil menambahkan pihaknya membuka seluas-luasnya akses Monas bagi masyarakat.

“Menepis isu yang beredar tadi malam, untuk masuk taman Monas tidak perlu menunjukkan atau menyerahkan fotokopi KTP,” sambungnya.

Anies sebelum datang ke Monas, sempat mampir Balaikota DKI Jakarta yang berjarak beberapa ratus meter saja. Selanjutnya, Anies berjalan kaki menuju lokasi acara. Selama perjalanan tersebut, Anies banyak disapa dan disalami warga, baik peserta reuni maupun pengunjung kawasan Car Free Day. Di antara mereka minta untuk berfoto bareng.

Peserta reuni yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan ribu bahkan sampai jutaa orang, bukan hanya dari Jabodetabek melainkan juga berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sebagian besar pendatang dari daerah yang jauh, menginap di puluhan masjid, termasuk Masjid Istiqlal.

“Kami dari majelis taklim di Tasik Malaya, Jawa Barat. Kami tiba di Jakarta pada Sabtu sore dan menginap di Istiqlal. Rencananya, Minggu sore pulang menggunakan bus carteran,” ujar KH M Jaelani. Selama dua hari di Jakarta mereka mengaku tidak kesulitan makan karen was banyak sumbangan makanan dan minuman dari masyarakat. ■ RED/JOKO/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here