Acara di Seknas Prabowo-Sandi, GERAKAN EMAK-EMAK Gelar Pemberdayaan Disabilitas

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Bertepatan dengan Hari Disabilitas Dunia, pengurus DPP Gerakan Emak-Emak Indonesia mempromosikan hasil karya seni lukis dari seniman penyandang cacat. Kegiatan tersebut dilakukan di kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Pemenang Prabowo-Sandiaga di Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Ketua Dewan Pembina Gerakan Emak-Emak Indonesia, Nur Asia mengatakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Dunia yang jatuh pada hari ini, pihaknya menggelar Program Pemberdayaan Disabilitas. Program ini bertujuan agar pemerintah masa depan lebih memperhatikan keberadaan kaum disabilitas.

“Hak kaum disabilitas agar lebih diprioritaskan meliputi pekerjaan, ekonomi, pembinaan kreativitas, dan lainnya. Gandenglah kaum disabilitas ubtuk turut serta membangun negeri,” ujar istri Cawapres Sandiaga Uno.

Kegiatan yang dihadiri ratusan emak-emak atau kaum wanita serta sejumlah penyandang disabilitas berprestasi memamerkan sejumlah lukisan karya penyandang cacat Art Rodhi dan Oki.

“Ayo emak-emak, silakan beli lukisan-lukisan indah ini sebagai upaya pemberdayaan. Harga murah, cuma Rp 200 ribu per lukisan,” teriak Nur Asia kepada emak-emak yang sebagian di antaranya merupakan wakil rakyat dari Gerindra, pengusaha dan sebagainya.

Baca Juga:  Bersama Pengurus & Anggota, PARFI-KFT Gelar Acara Malam Tahun Baru

Ketua Disabilitas Indonesia, Eka Setiawan dalam sambutannya pertama-tama mendoakan agar Nur Asia menjadi Ibu Negara jika pasangan Prabowo-Sandiaga memenangkan Pilpres 2019.

“Kalau Emak Nur jadi Ibu Negara, Insya Allah, kaum disabilitas lebih terperhatikan. Sebab, baru begini saja, perhatian Mak Nur sudah begitu besar,” ujar Eka selaku penyandang tunanetra.

Dia berharap ke depan, baik pemerintah maupun swasta yang berupaya membantu kaum disabilitas, jangan sebatas pemberian sembak.

“Kalau cuma sembako langsung habis setelah. Alangkah bagusnya bantuan berupa pemberdayaan supaya kehidupan kami lebih produktif dan mandiri,” harap Eka.

Acara juga diisi hibiran musik yang dibawakan Christian, si tunanetra yang meraih kejuaraan bermain piano tingkat dunia. Adapun hasil penjualan lukisan terkumpul sebesar Rp 9,5 juta. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan