Tak Semata Incar Hadiah, KONTES MURAI jadi Ajang Naikkan Harga Burung

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Kebanyakan murai mania yang rajin mengikuti lomba burung tidak semata-mata melampiaskan hobi dan mengharapkan dapat hadiah uang kejuaraan. Namun mereka cenderung memiliki tujuan yang lebih besar lagi yaitu mendongkrak harga burung yang dilombakannya jika berhasil meraih juara.

Kalangan pelomba burung murai batu kastanya agak berbeda dengan pelomba burung lain seperti love bird, cucak hijau, kacer, maupun kenari. Pemilik burung murai jawara, secara ekonomi rata-rata kelasnya di atas penggemar burung tersebut di atas.

Pasalnya, bagi kalangan, pelomba, harga murai siap kontes di atas Rp 10 juta, bahkan sampai ratusan juta rupiah. Sedangkan modal ikut lomba kacer, cucak, kenari, dan love bird, harganya bisa diperoleh di bawah satu juta rupiah meski begitu ada segelintir pelomba yg punya materi jawara bernilai di atas Rp 100 juta juga.

Jhon Edward, seorang penyelenggara kontes burung mengungkapkan, khususnya kontes murai batu ini, tergolong kelas premiumnya yang mana tiap even selalu paling mahal harga tiket maupun nominal hadiah.

Apalagi kalau si murai kesayangan berhasil meraih prestasi minimal lima besar, maka harganya langsung membubung tinggi. Perlu diketahui tiap hajatan lomba kicau burung baik tingkat kota, propinsi, maupun nasional selalu menjadi ajang bos-bos berburu materi burung jawara. “Biasanya usai kontes, terjadi transaksi di belakang panggung yang harganya fantastis,” ujar Jhon di Jakarta, Sabtu (15/12).

Seekor murai batu berprestasi tingkat kota, harganya rata-rata di atas Rp 50 juta. Adapun tingkat propinsi atau nasional tentu lebih mahal lagi. Bahkan seekor murai bernama Kitaro milik seorang penggemar asal Brebes, Jawa Tengah yang berhasil meraih juara 1 pada Piala Presiden 2018 di Bogor, sempat ditawar Presiden Jokowi seharga Rp 600 juta, tapi tawaran menggiurkan itu ditolak oleh pemiliknya.

Pengurus Komunitas Murai Batu Indonesia (KMBI) Jakarta menjelaskan begitu menggiurkan keuntungan yang diperoleh dari memelihara si ekor panjang, sehingga banyak yang berlomba-lomba memiliki dan melatih murai agar jadi jawara.

Baca Juga:  Moment Pileg & Pilpres, CITRA YUNITA Incar Panggung Dangdut Arena Kampanye

“Bagi murai mania berkantong tebal bisa berburu materi di even lomba atau membeli di peternak kelas atas yang harganya mahal. Tapi yang berkantong cekak berburu materi di pasar,” ucapnya.

Dikatakan dia lebih lanjut bahwa mereka beli burung bahan, hasil tangkapan hutan atau peternakan murahan. Untuk bahan murai trah Medan, harganya Rp 2 jutaan.

“Tapi kalau beruntung dapat burung yang sifatnya petarung ditambah perawatan yang baik, maka burung colokan tersebut bisa juga moncer di lapang,” ujar Sumardi yang juga juri profesional.

Udin Saefudin yang mengaku sebagai anggota murai mania kelas bawah sering berhasil mencetak jawara dari bahan colokan di pasar burung. “Burung bahan yang punya prospek lebih mudah dilihat dari gerakan dan suara ketrekan. Kalau sabetan ekornya cepat dan naik turunnya enak, dia punya prospek. Adapun dari segi suara, saya pilih yang ketrekannya keras dan rapat, syukur dobel,” papar Udin yang lebih percaya melihat dari gerakan dan ketrekan dibandingkan ciri fisik atau biasa disebut katuranggan.

Menurut dia, contohnya burung jawara lebih banyak didominasi bodi sedang dan ekor pendek. “Sedangkan katuranggan itu kriterianya bodi besar, ekor panjang, mata belok, kaki panjang, dan sebagainya,” tambah Udin yang sering berburu di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur.

Dia sendiri sudah beberapa kali menjual murai jawara di atas Rp 50 juta, sedangkan beli bahannya cuma Rp 2 juta. “Kuncinya harus sabar dan jeli mengawasi karakter burung. Perawatannya harus rutin, bersihkan sangkar, mandi-jemur, setelan jangkrik dan kroto, serta memaster burung,” jelasnya. Untuk memaster murai dia lebih senang menggunakan suara burung dari MP3 yang lebih efektif.

“MP3 bisa disetel sepanjang hari dengan suara kecil sehingga mudah ditirukan murai. Kalau memaster pakai burung asli, kadang tidak mau berkicau dan kita jadi tambah momongan,” tambah Udin yang sering berlomba di berbagai daerah bersama timnya Garuda 268 Team Kemayoran. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan