Bikin Semrawut & Macet, WARGA PASAR MINGGU Minta PKL Jl Raya Ragunan Ditertibkan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sepanjang Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan kondisinya makin semrawut karena pedagang kaki lima (PKL) makin merajalela. Ratusan PKL tiap hari sejak pukul 22.00 hingga pukul 06.00 menggelar lapak di sarana umum mulai dari perempatan Pasar Minggu sampai ke depan kantor pos.

Mereka seakan tidak peduli terhadap hak pengguna jalan sehingga lalulintas jadi macet. Bahkan sebagian pedagang, tanpa merasa bersalah berjualan sampai ke badan jalan. Hal ini sudah sejak lama dikeluhkan warga. Tapi, sampai hari ini, belum ada penertiban yang dilakukan pihak terkait karena disinyalir ada kongkalikong dengan pihak-pihak tertentu.

Terkait dengan hal di atas, Febri, Manager Pasar menegaskan pihaknya sudah menyediakan tempat berjualan di area pasar, namun sebagian besar membandel berjualan di jalanan.

“Kami sudah menyediakan tempat berjualan di dalam gedung Pasar Minggu. Ada banyak lapak kosong yang bisa ditempati pedagang di area kami,” ujar Febri di lokasi Pasar Minggu, Jaksel, Senin (7/1).

Ia berharap aktivitas pedagang yang sudah menimbulkan ketidaknyaman itu seharusnya ditertibkan pihak terkait. Karena bagaimanapun, itu merugikan para pengguna jalan dan warga yang tinggal di sepanjang ruas jalan tersebut.

Hal senada juga disampaikan Sodikin, pengelola pedagang terminal. Bahkan tempat berjualan di terminal masih sangat terbuka lebar menampung pedagang.

Menurut Sodikin, jika para pedagang kompak berjualan di tempat yang sudah disediakan. Itu dengan sendirinya akan menguntungkan pedagang itu sendiri. Adanya para pedagang yang suka memainkan harga bisa diatasi.

“Toh, dengan sebaran pedagang seperti sekarang, memang sangat mungkin sebagian pedagang berusaha menjual murah dagangannya untuk merebut pembeli sehingga tidak terhindarkan timbulnya perang harga di antara pedagang,” ujarnya.

Bentuk ketidaknyamanan warga, beberapa kali sudah disampaikan pada pihak Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu. Karena bagaimanapun juga, lurah dan camat yang seharusnya terjun ke lapangan dan memberi arahan.

Ketidaknyamanan warga tersebut juga disuarakan dengan memasang spanduk. Melalui spanduk tersebut, warga meminta agar pembiaran tersebut segera ditertibkan.

Mereka yang mengatasnamakan warga Pasar Minggu memasang sejumlah spanduk tersebut di halte busway, pagar gedung pasar, dan lainnya. Intinya warga mendesak aparat berwenang untuk menertibkan pelanggaran tersebut. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here