Banyak Siswa Tumbang Digigit Nyamuk, ANIES Terbitkan Ingub Wabah DBD di Sekolah

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Baru sekitar tiga minggu menginjak tahun 2019, warga DKI Jakarta yang terserang demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai 370 kasus. Sebagian besar warga yang tumbang terjangkit penyakit menular merupakan anak sekolah yang berusia antara 13 dan 15 tahun dan kejadian gigitan nyamuk sekitar pukul 10.00.

Berkenaan dengan itu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, segera menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) khusus tentang antisipasi dan penanganan penyakit DBD khususnya bagi sekolah. Saat ini, Ingub tersebut sedang dalam tahap penyusunan dan diharapkan dapat segera diterbitkan pada akhir Januari 2019.

“Kita sudah siapkan Ingub khusus untuk penanganan DBD. Ingub-nya sedang diproses. Nanti kalau sudah selesai Ingubnya, sekaligus kita jelaskan semua langkah-langkahnya. Mudah-mudahan hari ini selesai,” kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (25/1).

Meski Ingub tersebut belum diterbitkan, tambahnya, pihaknya sudah menginstruksikan sekolah-sekolah di DKI Jakarta agar mengantisipasi kasus DBD yang tengah merebak.

Pihak sekolah diinstruksikan memeriksa seluruh lingkungan, untuk memastikan tidak ada air atau genangan yang berpotensi sebagai tempat tumbuh kembang biaknya nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.

“Saya sudah minta ke Dinas Pendidikan untuk menggerakkan sekolah-sekolah memberantas sarang nyamuk,” papar Anies.

Menurutnya ini penting karena berdasarkan data Dinas Kesehatan dari kasus yang ditemukan utamanya anak-anak berusia antara 13 tahun hingga 15 tahun. Kejadian biasanya sekitar pukul 10.00 pagi. Namun, kira-kira pagi hari dan umumnya mereka berada di sekolah.

“Karena itu, di sekolah-sekolah penting untuk melakukan tindakan antisipasi,” jelasnya. Berdasarkan data mutakhir, jumlah kasus DBD hingga Rabu (23/1), sudah mencapai 370 kejadian. Angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018, yakni mencapai 198 kasus.

Sebelum semakin melonjak kasus DBD di Jakarta, Anies telah meminta kasus DBD di Jakarta mendapatkan perhatian serius dari seluruh SKPD DKI dan warga Jakarta. Sehingga penanganan pencegahan DBD dapat dilakukan sejak dini, dengan demikian tidak mencapai tahap Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

“Angka 370 kasus DBD itu sudah mengkhawatirkan. Kita harus berikan perhatian serius, agar tidak semakin meningkat,” tegasnya.

Untuk itu Anies minta kepada Dinas Kesehatan lebih meningintensifkan kegiatan penyemprotan sarang nyamuk atau fogging di sekolah. “SKPD terkait juga membantu pencegahan dan penularan wabah DBD,” pungkasnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here