Dilingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, TIM PENDUKUNG Prabowo-Sandi Bikin Posko Pemenangan

SURAKARTA (POSBERITAKOTA) – Salah satu rumah yang berdiri di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, dijadikan Posko Pemenangan oleh tim pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sedang peresmian dilakukan oleh Wakil Bendahara Umum DPP Partai Berkarya, Purwanto, Minggu (3/2).

Disebutkan bahwa rumah tersebut merupakan bekas kediaman salah satu Pangeran dan terkait dengan dengan Keluarga Cendana. “Jadi, rumah ini jelas memiliki nilai sejarah yang tinggi,” ucap Purwanto seraya menyebut posko pemenangan dan diberi nama Ndalem Juang 02.

Ditambahkannya bahwa posko pemenangan tersebut, dibentuk bersama oleh para relawan bersama kader-kader partai koalisi. Tak ayal jika dikatakan kalau keberadaannya, bisa menambah deretan posko yang dibuat oleh tim pemenangan Prabowo-Sandiaga di Kota Solo.

Untuk Posko Pemenangan Prabowo-Sandi merupakan sebuah bangunan kuno. Bekas kediaman GPH Suryo Hamijoyo, salah satu anak dari Paku Buwana (PB) X. Bangunan berarsitektur Jawa itu dibangun pada abad ke-17.

Baca Juga:  Pilih Dukung Capres No 2, LANTANG DULUR SANDI Mbelot dari DPP PBB

Bahkan rumah tersebut pernah digunakan dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. “Juga untuk pertandingan tenis,” kata Purwanto. Sampai saat ini, rumah yang berada di depan kediaman raja, masih memiliki lapangan tenis.

Namun begitu, Purwanto masih tak mau mengatakan status kepemilikan rumah kuno itu. Kendari di salah satu pilar bangunan tertulis bahwa rumah itu merupakan milik keluarga Ndalem Kalitan. Sedangkan Ndalem Kalitan merupakan milik keluarga Soeharto yang berada di Solo.

Dalam posko pemenangan itu juga terdapat beberapa atribut Partai Berkarya. Partai baru tersebut dibentuk oleh Hutomo Mandala Putra. Bahkan foto mantan Presiden RI ke-2, yakni Suharto terlihat terpampang di halaman pendapa bangunan itu.

Pada bagian lain KP Eddy Wirabhumi, juga kerabat Keraton Surakarta, mengungkapkan bahwa bangunan kuno itu dulunya memang milik keluarga Keraton Surakarta. “Namun kemudian dijual kepada Keluarga Cendana,” paparnya. ■ RED/GEHAES BST/GOES

Beri Tanggapan