Didukung Konstituen, DAILAMI FIRDAUS Pilih Berjuang Lagi Lewat Jalur DPD RI

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Hampir selama satu periode eksistensinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dijalani Dr H Dailami Firdaus SH LLM. Tentu banyak liku-liku dan pengalaman diraih, terkait tanggungjawab dan fungsinya sebagai Senator dari DKI Jakarta. Secara subjektif, ia mengaku telah melakukan sesuatu yang maksimal.

“Saya ini kan harus menjalani fungsi mengamati, mendengar dan melihat. Setelah itu harus mengambil langkah yang sesuai dan dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi bisa memberikan masukan terkait kebijakan terhadap Pemda DKI Jakarta dalam konteks kemitraan,” tegas pria yang akrab dipanggil Bang Dailami itu kepada POSBERITAKOTA, Rabu (27/2).

Selama ini, menurut pria asli Betawi tersebut, sudah melakukan hal ekstra terkait kerja dan fungsi sebagai anggota DPD RI asal DKI Jakarta. Termasuk sudah menyentuh berbagai problema yang ada di Ibukota. Mulai dari bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan, kesehatan, seni dan budaya sampai ekonomi kerakyatan.

Baca Juga:  Akibat Belum Setor LHKPN, 11 CALEG Terpilih DPRD DKI 2019-2024 Terancam Batal Dilantik

“Berkat saya menjalani itu semua, alhamdulillah mendapat respon positif. Bahkan hampir setiap bulannya, saya selalu melaksanakan kegiatan terkait Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI-red),” papar dia, panjang lebar.

Karena fungsi dan peranan itu pula, Bang Dailami kembali maju untuk berjuang lewat lembaga tinggi negara DPD RI periode 5 tahun ke depan. Ia kini jadi Caleg DPD RI DKI Jakarta dengan nomor 27. Alasan ingin berkiprah lagi dijalur yang sama, menurutnya, tak lepas dari dukungan konstituen (pemilih-red) yang memintanya.

“Jika sudah begitu, tentu saya harus bisa menjaga amanah. Saya justru tertantang untuk terus berjuang demi masyarakat Jakarta. Selain bermartabat, berbudaya, juga kualitas keagamannya pun semakin meningkat,” tutup Bang Dailami, putra dari Prof DR Hj Tutty Alawiyah AS dan cucu Ulama Kharismatik Betawi, KH Abdullah Syafi’ie. โ–  RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan